Senin, 08 Juni 2009

Syair Cinta Rabiah al-Adawiyah

Syair ke-1 s/d ke-9

1
Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cintaMu
Hingga tak ada sesuatupun yang menggangguku dalam jumpaMu
Tuhanku, bintang-gemintang berkelap-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu-pintu istana pun telah rapat tertutup
Tuhanku, demikian malampun berlalu
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku Kau Terima
Hingga aku berhak mereguk bahagia
Ataukah itu Kau Tolak, hingga aku dihimpit duka,
Demi kemahakuasaan-Mua
Inilah yang akan selalu ku lakukan
Selama Kau Beri aku kehidupan
Demi kemanusiaan-Mu,
Andai Kau Usir aku dari pintuMu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku padaMu sepenuh kalbu

2
Ya Allah, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuhMu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat nanti,
Berikanlah kepada sahabat-sahabatMu
Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku

3
Aku mengabdi kepada Tuhan
Bukan karena takut neraka
Bukan pula karena mengharap masuk surga
Tetapi aku mengabdi,
Karena cintaku padaNya
Ya Allah, jika aku menyembahMu
Karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembahMu
Karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembahMu
Demi Engkau semata,
Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu
Yang abadi padaku

4
Ya Allah
Semua jerih payahku
Dan semua hasratku di antara segala
Kesenangan-kesenangan
Di dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau
Dan di akhirat nanti, diantara segala kesenangan
Adalah untuk berjumpa denganMu
Begitu halnya dengan diriku
Seperti yang telah Kau katakana
Kini, perbuatlah seperti yang Engkau Kehendaki

5
Aku mencintaiMu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena diriMu
Cinta karena diriku, adalah keadaan senantiasa mengingatMu
Cinta karena diriMu, adalah keadaanMu mengungkapkan tabir
Hingga Engkau ku lihat
Baik untuk ini maupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku
BagiMu pujian untuk semua itu

6
Buah hatiku, hanya Engkau yang kukasihi
Beri ampunlah pembuat dosa yang datang kehadiratMu
Engkaulah harapanku, kebahagiaan dan kesenanganku
Hatiku telah enggan mencintai selain dari Engkau

7
Hatiku tenteram dan damai jika aku diam sendiri
Ketika Kekasih bersamaku
CintaNya padaku tak pernah terbagi
Dan dengan benda yang fana selalu mengujiku
Kapan dapat kurenungi keindahanNya
Dia akan menjadi mihrabku
Dan rahasiaNya menjadi kiblatku
Bila aku mati karena cinta, sebelum terpuaskan
Akan tersiksa dan lukalah aku di dunia ini
O, penawar jiwaku
Hatiku adalah santapan yang tersaji bagi mauMu
Barulah jiwaku pulih jika telah bersatu dengan Mu
O, sukacita dan nyawaku, semoga kekallah
Jiwaku, Kaulah sumber hidupku
Dan dariMu jua birahiku berasal
Dari semua benda fana di dunia ini
Dariku telah tercerah
Hasratku adalah bersatu denganMu
Melabuhkan rindu

8
Sendiri daku bersama Cintaku
Waktu rahasia yang lebih lembut dari udara petang
Lintas dan penglihatan batin
Melimpahkan karunia atas doaku
Memahkotaiku, hingga enyahlah yang lain, sirna
Antara takjub atas keindahan dan keagunganNya
Dalam semerbak tiada tara
Aku berdiri dalam asyik-masyuk yang bisu
Ku saksikan yang datang dan pergi dalam kalbu
Lihat, dalam wajahNya
Tercampur segenap pesona dan karunia
Seluruh keindahan menyatu
Dalam wajahNya yang sempurna
Lihat Dia, yang akan berkata
“Tiada Tuhan selain Dia, dan Dialah Yang maha Mulia.”

9
Rasa riangku, rinduku, lindunganku,
Teman, penolong dan tujuanku,
Kaulah karibku, dan rindu padaMu
Meneguhkan daku
Apa bukan padaMu aku ini merindu
O, nyawa dan sahabatku
Aku remuk di rongga bumi ini
Telah banyak karunia Kau berikan
Telah banyak..
Namun tak ku butuh pahala
Pemberian ataupun pertolongan
CintaMu semata meliput
Rindu dan bahagiaku
Ia mengalir di mata kalbuku yang dahaga
Adapun di sisiMu aku telah tiada
Kau bikin dada kerontang ini meluas hijau
Kau adalah rasa riangku
Kau tegak dalam diriku
Jika akku telah memenuhiMu
O, rindu hatiku, aku pun bahagia

Sabtu, 30 Mei 2009

Bahasa Cinta


Hawa Sayangku,
Kau adalah satu-satunya gadisku.
Tanpamu, rasanya aku sendirian di dunia ini.
Salam sayang, Adam.

Nuh,
Saya tidak mengeluh, sayang.
Tapi ketika kau mengatakan bahwa kita
akan pergi berlayar untuk ultah pernikahan kita,
saya membayangkan sesuatu yang lain dalam pikiranku.
Istrimu yang setia... meski mabuk laut.

Ykk, Superman,
Saya senang dan bangga jika berjalan (..atau terbang) bersamamu,
tapi ini sudah milenium baru, Sup! Coba ganti tren mode gaya busanamu,
jangan selalu model ketat melulu.
Louis.

Dear Snow White,
Saya ingin kembali mengajakmu untuk bulan madu kita yang kedua,
tapi kali ini tujuh orang kerdilnya jangan dibawa!
Pangeran Tampan.

Kekasihku The Beast,
Kalau kau cinta padaku, tolong..bercukurlah!
Beauty.

My Darling Juliet,
Saya pergi dulu sebentar.
Oh, ya. Tolong buang racun tikus dalam gelas di atas meja makanmu,
takutnya kamu malah meminumnya.
Sayangmu Romeo.

Dear Tarzan,
; Sepuluh kali kamu udah traktir aku,..puding pisang,
eskrim pisang, kolak pisang, pisang bakar, pisang keju, semur pisang,
dendeng pisang, pisang asap, tart pisang, sate pisang.
Jangan tersinggung ya, malam ini aku
yang traktir kamu makan bareng, ya!
Love, Jane.

Pangeran Tampanku,
Aku senang ketika engkau membelikanku
sepasang sepatu kaca yang indah, tapi
belikan juga aku sepatu boots kalau kau
ingin aku pergi ke pasar berbelanja
untuk masakan kita.
Cinderella.

Sayangku Flinstone,
Aku tahu kita hidup di jaman batu, tapi
hadiah coklat valentine dari batu?
Wilma.

My love Delilah,
Aku mencintai kamu, tapi berhentilah
memaksaku untuk membuka rahasia kekuatanku, aku tak akan pernah
memberitahukan kepadamu bahwa rambutkulah yang tak pernah kena
gunting ini yang menjadi rahasia kekuatanku.
Takkan pernah!
Cium sayang, Samson.

Jane, Love,
Me-Tarzan-love-Jane. Tapi-why-Jane
tidak-mau-cari-kutu-Tarzan..
kan-lumayan-buat-sekalian-makan-siang?
Tarzan.

Selasa, 26 Mei 2009

Menggapai Impian Berwirausaha

SEMANGAT wirausaha jelas bukan baru belakangan ini muncul, tetapi sudah ada sejak peradaban manusia berkembang. Di Indonesia pun begitu, namun tidak dapat dipungkiri jika semangat wirausaha semakin santer terdengungkan sejak negara tercinta ini mengalami krisis ekonomi pada 1997.

Terpaksa. Bisa jadi itulah kata kunci dari pintu gerbang menuju wirausaha. Tidak mesti begitu memang, namun tidak sedikit orang yang mengawali kegiatan wirausahanya karena keterpaksaan keadaan, termasuk penulis sendiri. Bagaimana pun awalnya, apakah karena keterpaksaan atau bukan, keberhasilan wirausaha akan tergantung pada proses yang dilewati pelakunya.

Satu langkah awal yang perlu ditempuh para calon pelaku wirausaha membayangkan mimpi yang akan dibangun. Pikirkan cita-cita dulu, begin from the end. Percayalah, mimpi mampu menggerakkan kekuatan yang ada pada otak untuk menyusun langkah-langkah guna meraih cita-cita itu. Tanpa impian, kebanyakan orang menjadi pasrah dengan keadaan, sangat puas dengan kondisi yang telah mereka raih, sesederhana apa pun kondisi itu.
Mimpi jangan dipandang sebagai kata lain dari pemalas. Justru hanya orang dengan motivasi tinggi yang akan punya banyak impian karena mimpi dapat menjadi sumber energi utama dalam mencapai sebuah tujuan. Namun, mimpi pada akhirnya jangan pula hanya menjadi "bunga tidur" belaka. Karenanya, agar bukan sekadar "bunga tidur" mimpi harus berjalan beriringan dengan ilmu dan kerja keras. Impian dan kerja keras tanpa ilmu ibarat berlayar tanpa nahkoda.

Orang bijak bilang, kita adalah apa yang kita pikirkan. Ketika kita berpikir tidak mungkin mampu berwirausaha maka sebenarnya itulah kecenderungan yang akan terjadi. Sebaliknya, setiap kali kita berpikir mampu melakukannya maka akan ada banyak energi tak terduga yang seakan selalu siap menyemangati untuk terus berusaha. Pikiran kita akan sangat memengaruhi seluruh urat nadi kehidupan kita.

Sekarang, tinggal bagaimana menata mimpi itu. Yakinkan diri bahwa meramal masa depan dapat dilakukan dengan menciptakan masa depan itu sendiri sejak saat ini. Teguhkan hati bahwa dengan seizin Sang Pencipta, tidak ada seorang pun dapat menghalangi mewujudkan mimpi-mimpi. Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kamu itu tidak berusaha merubahnya sendiri.

TIPS: Memulai Usaha Sendiri

Peluang usaha seringkali dilihat sebagai peluang yang sesaat. Tak heran jika wirausahawan model begini tak langgeng dalam menjalankan bisnisnya. Padahal peluang tersebut jika dipelihara dengan manajemen standar, pasti sukses. Apa yang harus dilakukan pebisnis pemula jika melihat peluang tersebut dan bagaimana mengelola kesempatan tersebut agar bisa membawa kesejahteraan yang langgeng? Berikut ini ada baiknya mencermati tips tentang memulai usaha sendiri.

Langkah awal mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan yakinkan akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all started. Pemimpinlah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk. Begitu juga dengan cara pelayanan, jasa, ataupun ide yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata tidak bisa ataupun tidak mungkin.

Cintailah Produk Anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan pada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu melewati masa sulit. Enthusiaatism and Persistence: Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru.

Ambillah risiko. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap risiko yang akan diambil. Sebuah risiko yang diperhitungkan dengan baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan seorang entrepreneur (wirausaha) dengan manajer. Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan perusahaan, dan manajer dibutuhkan dalam mengatur perusahaan yang telah maju.

Langkah Terpenting
Carilah nasihat dari pakarnya, tapi ikuti kata-kata kita. Entrepreneur selalu mencari nasihat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan indera keenamnya. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengambangkan usaha pada fase itu.

Langkah terpenting adalah menumbuhkan ethos kerja keras. Langkah ini sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard work and smart work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua kesuksesan butuh workaholics di langkah awalnya. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya. Pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bisnisnya.

Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kualitas yang sama, orang membeli dari temannya. Pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasihat, membantu dan menolong pada masa sulit.

Jika mengalami kegagalan, hadapi kegagalan itu. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk memperkuat dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha. Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko kegagalan dan bila itu, bersiaplah dan hadapilah! Jika Anda sudah siap memulai usaha, lakukanlah sekarang juga. Putuskan dan kerjakan sekarang, karena besok bukanlah milik kita

Tuliskan Sajak

“Tuliskan sebuah sajak” pintamu sedikit merengek
Sajak cinta, sajak epik, sajak ya sajak
seperti apa? dongeng lama, cerita kesekian yang akhirnya tak menentu,
roman-roman aneh yang keluar masuk jendela,
atau seongok sampah seperti yang tergeletak di sepanjang jalan siang ini?

tak usah tergesa, apa yang kau kejar
hari-hari masih tumbuh dari telinga kita
sangat lambat

“tuliskan aku sebuah sajak” pintamu
ya, sebuah sajak karena mungkin besok tak lagi bisa menunggu
ya, sebuah sajak katamu,
bagaimana jika tentang waktu?

Senin, 25 Mei 2009

Belajar Menulis Puisi

MENANTI

kadang menghitung hari begitu berdebar
hari hingga hadir saat itu
warna pun serentak berubah merah jambu
tak ada kelabu…

terimakasih…
Engkau telah menghadirkannya
Menghadirkan dia
Menghadirkan ketulusannya
dalam ketulusan yang apa adanya
detik yang bergulir seakan bom waktu yang mengejar langkahku
hatiku bergeming dan berbisik
belum pernah ada yang menganggapku istimewa seperti ini

karena demi Tuhan!Aku ini biasa saja…
sungguh ini sudah lebih dari cukup…


BELAJAR PUISI
malam ini aku belajar mengarang sebuah puisi,
Yang serpihan jiwamu yang putih jiwamu di lautan rasa tak bermuara
Kupingin tulis dirimu menjadi butiran sepi puisiku tapi,
Dirimu tanpa sepi yang puisi.
Aku lelah.

malam ini kubuat puisi,
Membingkai wajahmu yang terang cahaya namamu
Inginku menangkap sepimu jadi puisi
Dirimu puisi tak pernah sepi
Aku pasrah

malam ini kukarang puisi
Merangkai hatimu dengan rona cintaku
Berharap tengokmu pada puisi sepiku
Hatimu sepi untuk puisiku
Aku kalah.

Malam ini kujadi puisi,
Yang jiwanya jiwamu yang jantung detakmu di getaran hati tak berperi
Kuingin jadi puisimu
Dirimu mati tanpa detak puisi
Akulah aku.


RINDU

ia hadir dalam alir nadiku nadimu
saripati kehidupan

ia hadir dalam mimpiku mimpimu
guratan keinginan

ia hadir dalam nafas kita yang menyatu
di suatu waktu
ia adalah masa depanku..

RINDU 2
dengan jejemari kita diusung bebatu
membangun bangunan
yang kita impikan

dengan jejemari kita dipulas warna
menghias dinding
yang kita angankan

dengan jejemari kita dirangkum cinta
mengisi semesta
yang kita rindukan

Jumat, 15 Mei 2009

Dibawah Patung Pak Nani


Pejuang itu tak betopi baja
tak jua berompi anti peluru
tak ada tank dan pasukan pengawal disekitarnya
hanya senapan mungil digenggamnya

Selebihnya hanya dada,keberanian dan kecintaan serta jasadnya
yang dipertaruhkan
Ia berdiri tegak
dalam keyakinannya
sambil menoleh dan menunjuk
buat impian kemerdekaan
Yaitu: Tanah ini haram dijajah

(Gorontalo, Maret 2009)

Jumat, 01 Mei 2009

My Memory (Makassar, I Falling in Lopee..)

nih foto wktu masih jadi 'MABA' (ini wktu masih tinggal diramsis)gak tau yang lain dah dimana semua...i mizz u all



Nih foto waktu OSPEK diFISIP...culun,gokil tapi ade masih tetap tampan,heheheh




Foto Saat Kuliah2 dismester satu...bosan (dikejar2 senior)



Shoe Hook Gie-nya unhas...mirip ya :)masa awal dikampus merah




Foto waktu ikut PIMNAS XIX di Malang with kukun (HKS Jakarta) Stevan (HKS Manado)
juli 2006 silam




Waktu masih menjabat sbg Kord.Dept.Kajian Keilmuan Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi (HUMANIS) FISIP UNHAS



Waktu dilantik jadi Sekjend FISIP RESEARC CENTER (FIRE C UNHAS) n jadi moderator di Acara Seminar Nasional yang Menghadirkan Sofwan Al-Banna (Mahasiswa Berprestasi Nasional dan Deddy T.Tikson--Dekan FISIP UNHAS)





Waktu nyantri di Ma'had Mahasiswa Makassar (gini-gini ane tuh alumni pesantren juga lho,hehehehe)
Foto waktu rihlah sblum wisudanya Anak M3 taon lalu

Rabu, 29 April 2009

Golkar Mau kemana?


“MENJADI pemerintah dan oposisi itu sama terhormatnya,” begitu Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla berpidato saat membuka Rapat Pimpinan Nasional Khusus di Jakarta Partai Golkar, Kamis, 23 April 2009. Tepuk tangan dari para pemimpin Partai Beringin riuh menyambut. Hari itu juga, dalam sebuah persidangan yang berlangsung cepat, forum menetapkan Kalla menjadi calon presiden tunggal dari Partai Golkar.

Setelah sekian lama berlangsung tarik-ulur, resmi sudah Golkar berpisah koalisi dengan Demokrat untuk pemilu presiden-wakil presiden mendatang. Pasti sudah duet SBY-JK tak akan berlanjut di periode berikutnya.

Perceraian politik ini bak diresmikan keesokan harinya saat Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden Kalla bersama-sama memimpin rapat koordinasi pemilu di Gedung Sekretariat Negara. Rapat dimulai dengan tepuk tangan para gubernur yang hadir saat menyambut kedua pemimpin negara itu masuk ruangan. Membuka pertemuan, Presiden menjelaskan telah mengadakan pembicaraan khusus dengan wakilnya di ruang sebelah. “Ada kalanya kami bersama-sama, tapi ada kalanya kami melakukan kompetisi,” Presiden mengatakan.

***

Keputusan drastis Golkar itu sejatinya disokong suara tak bulat. Sejumlah pemimpin Golkar tak rela Beringin buru-buru bersiap menjadi oposisi. Mereka maklum, melihat hasil berbagai survei, kans SBY-JK untuk memenangkan pemilu presiden mendatang terbuka lebar. Dan jika JK maju sendiri, peluangnya untuk menang teramat tipis.

Menurut survei terakhir, sementara ini dukungan suara untuk JK di pentas pemilu presiden tak beranjak dari papan bawah. Hasil exit poll Lembaga Survei Indonesia di hari pencontrengan Pemilu Legislatif pada 9 April kemarin, dari 27 nama yang disodorkan kepada pemilih, nama Kalla hanya akan dicentang 4 persen pemilih. Ia berada di urutan keempat setelah SBY (49,6 persen), Megawati (14,1 persen), dan Prabowo Subianto (5,6 persen). “Tanpa Yudhoyono, peluang Kalla sangat kecil," kata pengamat politik Andrinof Chaniago.

Karena itu lah, Gubernur dan Ketua Golkar Gorontalo Fadel Muhammad menyatakan lebih suka Golkar berkoalisi dengan Demokrat. Apa pun bentuknya.

Namun suara seperti Fadel sedikit jumlahnya. Dia hanya mendapat dukungan dari sejumlah pengurus Golkar Kalimantan. Suara serupa di level pimpinan pusat juga tak bergema. Wakil Ketua Umum Agung Laksono dan salah satu Ketua DPP, Muladi, juga kalah suara.

Ketimbang memilih opsi yang rasional secara politik, rupanya mayoritas petinggi Golkar memilih maju tak gentar untuk mencalonkan presiden sendiri. Tekad ini kuat disuarakan para pengurus Golkar Sumatra, Jawa, dan Sulawesi, sebagian Kalimantan, dan sejumlah besar pengurus DPP. “Soal kalah atau menang, kita lihat nanti,” kata Said Fuad Zakaria, Ketua Golkar Aceh.

Ketua Dewan Pembina Golkar Surya Paloh mengatakan hasil rapat pimpinan khusus itu merupakan bentuk integritas Golkar. "Yang penting Golkar kembali pada identitasnya sebagai partai besar," katanya. Surya memang sedari awal menginginkan Golkar mengajukan calon presiden sendiri.

Muladi tak sependapat. Menurutnya keputusan ini tidak didasarkan pada logika yang dingin. “Dipenuhi emosi. Harga diri partai sangat menonjol di sini,” ia mengeluh, "Tekadnya sudah begitu, mau bagaimana lagi?”

***

Perpisahan Golkar–Demokrat bukan tanpa sebab. Retak sudah mulai terjadi saat pemilihan umum 2009 bergulir. Demokrat yang sedari awal mencalonkan kembali Yudhoyono sebagai presiden, terus menggantung sikap tentang nasib Golkar dan Jusuf Kalla. “Demokrat memutuskannya setelah hasil pemilu legislatif,” kata Anas Urbaningrum, Ketua DPP Partai Demokrat.

Situasi menjadi semakin parah garah-gara muncul “insiden 2,5 persen.” Ketika itu, Ketua Demokrat yang lain, Achmad Mubarok, terpeleset lidah di hadapan pers dengan mengandaikan perolehan suara Golkar di Pemilu Legislatif hanya akan meraup sekitar 2,5 persen.

Harga diri para pemimpin Beringin terkoyak. Para pengurus daerah Golkar tak kuat lagi menahan diri. Bak air bah, mereka lalu mendesak Kalla maju sebagai calon presiden. Di ambang perpecahan internal dan ancaman sebagian pengurus akan mengusung calon presiden lain, pertahanan Kalla pun ambrol. “Saya siap,” ia menegaskan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada 20 Februari 2009.

Namun, setelah Pemilu Legislatif usai, Golkar limbung. Mengacu pada hasil perhitungan-cepat dan tabulasi sementara Komisi Pemilihan Umum, suara Golkar tampaknya ambrol ke angka 14-15 persen. Desakan untuk merapat lagi ke Demokrat pun kembali deras. Sejumlah petinggi Golkar yang semula berkeras ingin Kalla maju sebagai calon presiden mulai berpikir ulang. “Dengan kenyataan seperti ini, koalisi Golkar-Demokrat lebih tepat,” kata Ketua Partai Golkar, Theo L. Sambuaga.

Tapi malang tak dapat ditolak. Batu sandungan berikut datang menghadang: soal calon wakil presiden dari Golkar yang bisa diterima SBY.

Di saat koalisi Demokrat-Golkar mulai coba dianyam, status JK sebagai calon wakil presiden SBY terus menggantung tak jelas. “Ada pak JK, ada selain pak JK,” kata Yudhoyono.

Sudah begitu, setelah sekian lama tak pernah bertemu muka sejak JK menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon presiden, kedua tokoh ini telah dua kali bertemu. Namun, tak ada kesepakatan apa pun yang dihasilkan. Bahkan, seperti hendak membantah kabar yang berembus usai pertemuan mereka di Cikeas, bahwa SBY akan kembali berduet dengan JK, keesokan harinya kepada wartawan Presiden mengatakan bahwa dalam pertemuan itu “tak ada yang istimewa.”

Alih-alih tegas memilih JK, Yudhoyono belakangan malah melansir lima kriteria calon pendampingnya. Prasyarat itu adalah berintegritas, punya kapasitas, loyal, diterima masyarakat, dan bisa mengokohkan koalisi. Banyak pihak melihat kriteria loyal merupakan lampu merah untuk JK.

Lobi antara kedua partai pun membentur tembok. Di Partai Demokrat ada Tim Sembilan yang diketuai Hadi Utomo, Ketua Umum Partai Demokrat. Adapun Golkar membentuk sebuah tim yang terdiri dari Sekretaris Jenderal Golkar Sumarsono dan dua ketua, Muladi dan Andi Matalatta.

Selama delapan hari, 14 – 21 April 2009, kedua tim intensif bertemu. Hasilnya buntu. Sebagaimana diumumkan Sumarsono, Demokrat menolak keinginan Golkar yang hendak mengajukan satu calon wakil presiden bagi SBY, yaitu Jusuf Kalla. “Demokrat selalu minta lebih dari satu nama,” kata Soemarsono.

JK ditolak SBY? Ketua DPP Golkar Burhanuddin Napitupulu melihatnya begitu. “Mereka kan sudah bersama-sama, kenapa malah bikin kriteria yang lalu dilempar ke publik?” Burnap mempertanyakan.

***

Duet SBY-JK berakhir sudah.

Sementara Blok Cikeas makin mengkristal—terdiri dari Demokrat, PKS, PKB, dan PPP—pilihan buat Golkar kini ada dua: bergabung dengan Poros Teuku Umar atau membentuk blok politik sendiri.

Sejauh ini, koalisi PDIP-Golkar menuju pemilu presiden 2009 masih sulit digambarkan. Sementara Mega kukuh akan menjadi calon presiden PDIP, nyaris tak terbayangkan JK bakal bersedia menjadi wakil Mega.

Pertemuan Mega-JK pada Jumat malam, 24 April 2009, pun nyaris berlangsung “dingin” meski dibumbui kesepakatan untuk membentuk tim kecil untuk menjajaki kemungkinan koalisi. Kepada wartawan, Mega bahkan menyuarakan posisi PDIP saat ini yang berseberangan dengan Golkar. “Kita harus membuat rincian bersama karena sebagaimana Saudara ketahui kami ini berada dalam posisi oposisi dan Golkar pada pemerintahan."

Sementara itu, hubungan PDIP dengan Partai Gerindra dan Partai Hanura tampak semakin mesra saja. Dalam Rapat Kerja Nasional PDIP di Kantor DPP PDIP di Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu 25 April 2009, Ketua Umum Hanura Wiranto dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto hadir sebagai tamu kehormatan. Kedua jenderal itu, kata Megawati, sengaja diundang “sebagai sinyal untuk lebih kongkrit bekerja sama sebagai teman."

Hingga berita ini diturunkan, selain dengan Mega, JK telah bertemu Wiranto pada Jumat, 24 April. Hasilnya, “Kami sepakat membangun koalisi untuk membangun pemerintahan yang lebih kuat dan efektif."

Perkembangannya masih harus ditunggu. Yang terang, pada pekan-pekan ini para petinggi Golkar akan super sibuk menoleh ke kanan ke kiri, untuk mencari sekutu politik yang baru.

***
• VIVAnews

Minggu, 26 April 2009

I Love u my blog


Kangen..aku betul-berul rindu padamu. Kesibukanku selama ini telah membuatmu kering dan gersang. Padahal, kau adalah tempat curhatku. Kau selalu setia mendengarkan cerita-cerita narsisku, kegelisahan hatiku, teriakan-teriakan jiwaku. Oh my blog, akhirnya aku bisa menjamahmu lagi. aku bisa mendandanimu lagi, aku bisa........

I Love u My blog

Antara Kartini dan Cut Nyak Dien


Jepara, Jawa Tengah 129 tahun lalu, 21 April 1879. Rumah Bupati Raden Mas Adipati Sastrodininggrat melengking tangisan. R A Kartini dilahirkan. Ia kelak disanjung karena dianggap sebagai pembawa emansipasi wanita.

Lampadang, Aceh Besar 160 tahun lalu (1848), Cut Nyak Dhien dilahirkan. Ia ditakdirkan untuk membawa pesan ketangguhan perempuan di medan perang. Bila Kartini dengan tangan gemulai merangkai kata untuk perubahan, Cut Nyak Dhien lebih memilih pedang untuk mempertahankan jati diri ke-Aceh-annya.

Gemuainya Kartini dalam “Habis Gelap Terbitlah Terang” membuat hari kelahirannya diperingati sampai sekarang. Tangkasnya Dhien mengayun pedang, menebas Belanda hanya terabadikan dalam sebuah film. Selebihnya hanya pajangan disekolah-sekolah, sebagai petanda kabar bahwa tokoh yang sampai tuanya tak pernah kompromi dengan penjajah Belanda itu masih dianggap sebagai pahlawan.

Tamat sekolah Europese Lagere School (ELS) setingkat sekolah dasar sekarang, Kartini duduk manis dengan kebangsawanannya menunggu pingitan. Sementara Dhien, yang dididik dibalai pengajian, lebih memilih jadi janda tinimbang tunduk pada Belanda.

Tahun 1903, Kartini menikah dengan Bupati Rembang, Raden Adipati Joyoninggrat. Disana Kartini mendirikan Sekolah Kepandaian Putri. Beragam kegiatan pemberdayaan perempuan dilakukan.

29 Juni 1878, Dhien menyandang status janda, setelah Tgk Ibrahim Lamnga, suaminya tewas dalam perang melawan Belanda di Gle Tarum. Dhien maju ke garda depan, menyemangati pasukan megorbankan perlawanan.

Di Rembang, Kartini masih berkutat di bawah teduh mengajari kaum perempuan untuk tak terjebak pada segi tiga lingkaran, sumur, dapur, dan kasur. Di Lamnga, Dhien menarik perempuan dari pelukan suaminya ke medan perang.

Pada usia 25 tahun, 17 September 1904, Kartini meninggal di ranjangnya, setelah berjuang melahirkan putra pertama. Di belantara Aceh, Dhien berjuang dengan penyakit encok dan rabun, setelah suami keduanya, Teuku Umar tewas ditembak Belanda dalam sebuah pertempuran di Meulaboh Aceh Barat.

Belanda menangkapnya setelah pengkhianatan Pang Laot yang tak tega melihat wanita kekar itu renta dengan penyakitnya. 6 November 1908, Dhien tewas di Sumedang, Jawa Barat dan dimakamkan di Gunung Puyuh setelah Belanda membuangnya ke sana.

Di rimba Aceh, gaung semangatnya masih menggema. Dhien pernah berkoar, setelah Mesjid Raya Baiturrahman dibakar Belanda. Ia berteriak di hadapan rakyatnya, “Lihatlah wahai orang Aceh. Tempat ibadah kita dirusak. Mereka telah mencoreng nama Allah. Sampai kapan kita akan begini? Sampai kapan kita akan menjadi budak Belanda.”

Keprihatinan Kartini pada dunia pendidikan dan emansipasi wanita, membuatnya dikenang sebagai tokoh sampai sekarang, dalam berbagai ulasan lembar-lembar buku sejarah.

Perjuangan Dhien dan Kartini pun sama-sama difilmkan. Namun, Tjoet Nja’ Dhien yang disutradarai Eros Djarot (1988) lebih mendapat tempat dengan memenangi piala Cita sebagai film terbaik, serta film Indonesia pertama yang ditayangkan di Festival Film Cannes (1989).

Hanya dalam film Dhien lebih dihargai ketimbang Kartini. Selebihnya nama Dhien hanya tertabal pada sebuah kapal perang TNI AL, mata uang rupiah senilai Rp10 ribu keluaran tahun 1998. Dhien dan Kartini dua sosok yang patut ditimbang-timbang kadar kepahlawanannya.**

Apa sih Hebatnya PKS?


PKS lagi…PKS lagi. Mungkin itulah penilaian sebagian masyarakat terkait pemberitaan di media setahun terakhir ini. Bagaimana tidak, media tidak pernah luput memberitakan partai yang berlambang setangkai padi emas yang diapit oleh bulan sabit ini.

Sepanjang tahun 2009 saja, hampir apa saja yang mengenai PKS, dapat dipastikan menjadi berita besar. Tengok saja materi iklan serial kepahlawanannya. Dengan hanya menayangkan tiga hari di stasiun televisi tertentu, namun hasilnya publik ‘menggosipkan’ selama lebih dari setengah bulan. Itu artinya PKS mendapat keuntungan lebih dari 500 persen.

Materi iklan Satu Bendera yang tampil dalam format kliping media dan iklan akronim PKS dalam berbagai versi pun mendulang perhatian publik yang sama besar. Belum lagi kasus yang menimpa Zul Hamdi. Hanya karena ‘tertangkap tangan’ sedang pijat di tempat legal, langsung diisukan berhubungan badan.

‘Nyanyian’ Abdul Hadi Djamal yang meneyertakan Rama Pratama dalam kasus stimulus pembangunan infrastruktur Indonesia timur, tanpa “ba-bi’bu’ tiba-tiba nongkrong di head line salah satu media nasional. Teranyar, gaya kampanye partai bernomor delapan yang mencaplok identitas warna parpol tertentu langsung dicap kegenitan dan melanggar AD/ART partai.

Lantas, apa sih hebatnya PKS? Bukankah partai berideologi Islam semacam PPP dan PBB memiliki iklan. Namun kenapa mereka tidak pernah dibicarakan? Partai berhaluan nasionalis, sebangsa PAN dan Partai Gerindra juga menyangkan iklan. Bahkan tiga partai besar yang diclaim LSI, PD, PDIP dan Partai Golkar juga melakukan hal yang serupa (iklan). Namun kenapa gaungnya tak seawet ‘made in’ PKS? Kalah cerdaskan mereka?

Banyak kader partai yang jelas terseret kasus korupsi dan tindakan amoral. Namun kenyataaannya tidak ada satupun kader PKS yang terpelosok perkara di atas. Mungin karena ‘bersihnya’, sehingga ‘baru’ pijatan dan dituduh terlibat korupsi langsung menjadi berita besar

Sebegitu hebat, cerdas dan profesionalkah PKS, sehingga senantiasa mendapat perhatian? Atau mungkin ada pihak yang bersekongkol ingin membonsai PKS, dengan mengatakan, PKS memang indah, namun jangan sampai menjadi besar. Wallahua’lam

Ibnu Syakir, iibnusy@gmail.com

Tulisan ini diambil dari : http://inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/03/21/92397/apa-sih-hebatnya-pks/

Selasa, 23 Desember 2008

Narsis kah Saya???


Sejenak mungkin ketika kita melihat dan menyelami blog ini seakan-akan kita sepakat bahwa pemilik blog ini mempunyai kelebihan, yakni kelebihan offer confidence atau bahasa kerennya “narsis”. Pernyataan ini memang bisa dibenarkan, coba perhatikan dengan seksama dari sudut kiri ampe kanan, dari baner ampe footer blog ini yang palig menonjol adalah pamer diri pemilik blog ini.
Untuk itulah sebagai pemilik blog yang baik dan bijak (narsis lagi ya,hehe), saya ingin mengklarifikasi dan memberi penjelasan mengapa blog ini didesign berdasarkan teori narsis. Ada beberapa alasan yang bisa saya kemukakan sebagai klarifikasi masalah ini,yakni:

1.Blog adalah website pribadi yang akan menggambarkan kualitas pemiliknya, sehingganya jika blog ini narsis tidak keliru juga memberi label narsis pada pemiliknya

2.Blog adalah ekspresi diri yang tidak mampu dituangkan dalam dunia nyata, so media penyalurannya adalah dunia maya, contohnya memang tidak pernah ada dalam sejarah manusia Indonesia pemimpin alternative muda yang cerdas, kritis dan independen (narsis lagi tuh,hehehe) sehingganya didunia maya saya memproklamirkan diri sebagai pemimpin muda itu yang akan menyelamatkan negeri ini, believe or not ? semua terserah anda.

3.Pernah dengar lagu “Laskar Pelangi” yang dikarang oleh Nidji (mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia….)? inilah dalil paling shohih yang saya gunakan utuk membenarkan perilaku narsis yang berlebihan ini. Bagi saya mimpi hari ini adalah kenyataan heri esok, karena saya percaya mimpi adalah “Secret information” yang berasal dari Sang Pencipta yang dibocorkan kepada kita sehingga kita akan selalu termotivasi dalam menjalani kehidupan ini. Kasus saya diblog ini juga lahir sebuah keyakinan yang kuat bahwa Sang Pencipta telah memberi informasi terbatas kepada saya bahwa saya akan mejadi Pemimpin masa depan bagi bagsa ini, dan SAYA PERCAYA ITU.

4.Bagi saya, rajutan mimpi indah adalah visi besar hidup saya. Saya akan menata mimpi-mimpi saya seperti seorang tukang menata batako dan batu tela untuk membangun gedung-gedung pencakar langit. Bagi saya menata mimpi demi mimpi adalah sesuatu yang menyenangkan. Dengan rajutan mimpi itu saya akan selalu percaya bahwa SAYA BISA!

5.Bagi saya Mimpi itu visi dan hidup tanpa mimpi adalah hampa! So saya akan selalu bermimpi dan mengajak orang lain untuk bermimpi bersama saya.

Menjalani hidup tanpa mimpi dan visi ibarat berlayar tanpa peta, masuk hutan tanpa kompas dan berjalan tanpa tujuan. Coba bayangkan Seseorang yang punya mimpi dan visi saja terkadang masih sulit menjalani kejamnya dunia ini apalagi orang yang dalam kehidupannya tidak mampu bermimpi? Mimpi itu gratis dan orang lain tidak pernah kita rugikan jikalau kita bermimpi. Hanya saja kita takut untuk bermimpi dan menuliskannya.

Bagi saya menuliskan mimpi-mimpi diblog adalah hal yang dibolehkan. Kita tidak bermaksud untuk sombong dan pamer. Tatapi kita tidak pernah akan tahu siapa saja yang membaca dan termotivasi dengan blog dan narsisme kita? Dengan kata lain kita bisa membantu orang untuk bisa termotivasi dan percaya diri! Bagi saya Narsis itu manusiawi tetapi narsis bisa berpahala dan bahkan menjadi amal jariah jika orang lain bisa belajar dan termotivasi berbuat sesuatu yang bermanfaat ketika melihat ke-narsis-an kita. Selamat ber-narsis ria teman2….(Wallahu’alam)

Minggu, 21 Desember 2008

Kenangan Terakhir Bersama Adikku Tersayang


SEGENAP MAHASISWA MAKASSAR ASAL PROV.GORONTALO
Mengucapkan: INNALILLAHI WA INNALILLAHI ROJIUN atas meninggalnya
Saudari kami yang tercinta "YULIANA LAMATENGGO" pada hari kamis 18
Desember 2008..Semoga Amal ibadahnya selama ini diterima disisi Allah
SWT dan kepada Keluarga Yang ditinggalkan Diberi ketabahan oleh ALLAH
SWT dalam mengahdapi cobaan ini...

Sepenggal kalimat Almarhumah disaat-saat terakhirnya. .
"Wei..pigi kamari jo uti, torang so mo pigi bapilih" (Ketika Almh.
Dalam keadaan kritis 13 Desember 2008)

"Budi...budi. .jangan lupa registrasi peserta sup..wei dengar kamari
dulu kita"Ketika Almh. Dalam keadaan kritis 13 Desember 2008)

"Kak, Selamat ya.." (Ketika Almh. Sudah dirawat diRg. Sawit RS.
Wahidin Sudirohusodo Makassa5 16 Desember 2008)

BEGITU BESAR PENGORBANAN SEORANG "LIA" BAGI HPMIG, hingga
diakhir-akhir hayatnya dia masih begitu Care dan Antusias...

Selamat Jalan Adikku tersayang... .
Pengorbananmu akan menjadi spirit perjuangan yang tak akan pernah mati
didalam dada kami.
 

kunjungi juga

Dunia Blogger Indonesian Muslim Blogger
Atas nama TuhanKu Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template