Tampilkan postingan dengan label A-Z about Gorontalo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label A-Z about Gorontalo. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juni 2009

Gimana sih Klu mau nikah ma Orang Gorontalo?

Bloggers sejati, pada postingan kali ini,kami akan membahas tata terib pernikahan orang Gorontalo,heheh...jadi bisa membantu anda yang tertarik dan ingin melamar gadis dan pemuda Gorontalo. Tulisan ini sengaja diposting untuk menghindari gegar budaya yang terjadi ketika telah menikah nanti.selamat membaca ^_^



Gorontalo merupakan salah satu provinsi di wilayah Republik Indonesia yang memanjang dari Timur ke Barat di Bagian Utara Pulau Sulawesi. Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Sulawesi kemudian di sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Utara, sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah, serta Teluk Tomini di sebelah selatan. Memiliki penduduk yang hampir seluruhnya memeluk agama Islam, sudah tentu adat istiadatnya sangat menjunjung tinggi kaidah-kaidah Islam.

Untuk itu ada semboyan yang selalu dipegang oleh masyrakat Gorontalo yaitu, ‘Adati hula hula Sareati – Sareati hula hula to Kitabullah’ yang artinya, Adat Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah.

Pengaruh Islam menjadi hukum tidak tertulis di Gorontalo sehingga mengatur segala kehidupan masyarakatnya dengan bersendikan Islam. Termasuk adat pernikahan di Gorontalo yang sangat bernuansa Islami. Prosesi pernikahan dilaksanakan menurut Upacara adat yang sesuai tahapan atau Lenggota Lo Nikah.

Tahapan pertama disebut Mopoloduwo Rahasia, yaitu dimana orang tua dari pria mendatangi kediaman orang tua sang wanita untuk memperoleh restu pernikahan anak mereka. Apabila keduanya menyetujui, maka ditentukan waktu untuk melangsungkan Tolobalango atau peminangan.

Tolobalango adalah peminangan secara resmi yang dihadiri oleh pemangku adat Pembesar Negeri dan keluarga melalui juru bicara pihak keluarga pria (Lundthu Dulango Layio) dan juru bicara utusan keluarga wanita (Lundthu Dulango Walato). Penyampaian maksud peminangan dilantunkan melalui pantun-pantun yang indah. Dalam Peminangan Adat Gorontalo tidak menyebutkan biaya pernikahan (Tonelo) oleh pihak utusan keluarga calon pengantin pria, namun yang terpenting mengungkapkan Mahar (Maharu) dan penyampaian acara yang akan dilaksanakan selanjutnya.

Pada waktu yang telah disepakati dalam acara Tolobalango maka prosesi selanjutnya adalah Depito Dutu (antar mahar) maupun antar harta yang terdiri dari 1 paket mahar, sebuah paket lengkap kosmetik tradisional Gorontalo dan kosmetik modern, ditambah seperangkat busana pengantin wanita, sirih Kutannya, serta bermacam buah-buahan dan dilonggato atau bumbu dapur.

Semua hantaran ini dimuat dalam sebuah kendaraan yang didekorasi menyerupai perahu yang disebut Kola-Kola. Arak-arakan hantaran ini dibawa dari rumah Yiladiya (kediaman/ rumah raja) calon pengantin pria menuju rumah Yiladiya pengantin wanita diringi dengan gendering adat dan kelompok Tinilo diiringi tabuhan rebana melantunkan lagu tradisional Gorontalo yang sudah turun temurun, yang berisi sanjungan, himbauan dan doa keselamatan dalam hidup berumah tangga dunia dan akhirat.

Pada malam sehari sebelum Akad Nikah digelar serangkaian acara Mopotilandthu (malam pertunangan). Acara ini diawali dengan Khatam Qur’an, proses in bermakna bahwa calon mempelai wanita telah menamatkan/ menyelesaikan ngajinya dengan membaca ‘Wadhuha’ sampai surat Lahab. Dilanjutkan dengan Molapi Saronde yaitu tarian yang dibawakan oleh calon mempelai pria dan ayah atau wali laki-laki. Tarian ini menggunakan sehelai selendang. Ayah dan calon mempelai pria secara bergantian menarikannya, sedangkan sang calon mempelai wanita memperhatikan dari kejauhan atau dari kamar.
Bagi calon mempelai pria ini merupakan sarana Molile Huali (menengok atau mengintip calon istrinya), dengan tarian ini calon mempelai pria mecuri-curi pandang untuk melihat calonnya. Saronde dimulai dengan ditandai pemukulan rebana diiringi dengan lagu Tulunani yang disusun syair-syairnya dalam bahasa Arab yang juga merupakan lantunan doa-doa untuk keselamatan.

Lalu sang calon mempelai wanita ditemani pendamping menampilkan tarian tradisional Tidi Daa tau Tidi Loilodiya. Tarian ini menggambarkan keberanian dan keyakinan menghadapi badai yang akan terjadi kelak biila berumah tangga. Usai menarikan Tarian Tidi, calon mempelai wanita dudukkembali ke pelaminan dan calon mempelai pria dan rombongan pemangku adat beserta keluarga kembali ke rumahnya.
Keesokan harinya Pemangku Adat melaksanakan Akad Nikah, sebagai acara puncak dimana kedua mempelai akan disatukan dalan ikatan pernikahan yang sah menurut Syariat Islam. Dengan cara setengah berjongkok mempelai pria dan penghulu mengikrarkan Ijab Kabul dan mas kawin yang telah disepakati kedua belah pihak keluarga. Acara ini selanjutnya ditutup dengan doa sebagai tanda syukur atas kelacaran acara penikahan ini.

Tips:
Bagi anda yang berencana menikah dengan adat Bone Bolango, Gorontalo sebaiknya untuk yang wanita harus pandai mengaji Al-Qur’an dan menari Tidi sedangkan untuk yang pria harus bisa membawakan tari Molapi Saronde. Dan yang tertarik mempelajari kebudayaan Gorontalo bisa datang ke TMII atau membuka situs resmi pemerintah daerah Gorontalo.

Mau?????Lanjutkan ya :)

Jumat, 12 Juni 2009

Wisata Kuliner Gorontalo

Assalam,Pemirsa klu rada2 bosan ma isi blog ini wajarlah :) tapi jangan khawatir kali ini kita kan membahas A-Z makanan khas Gorontalo..nih pembahasannya

1. Binde Biluhuta (the spesial food from Hulonthalo)


Description:
Special dari Gorontalo... enak banget rasanya suka2 aja sih.. *kalo mau pedes... asem.. or gurih gitu..* cocok kalo pas lagi flu berat makan ini bakalan segerrrr dah tuh.

Ingredients:
5 bonggol Jagung segar di pipil terus di rebus.. *pake dikit garem sesuai selera*
Ikan cakalang... Tuna or Tenggiri kalo suka... yg enak udah dibakar dulu baru di cabik2 kecil. * kalo gak ada ganti ma ikan cue digoreng dan cabik2*
10 bh cabe rawit (banyak terserah yg suka pedes yaa)
10 bawang merah di iris kasar..
2 batang bawang daun , daun kemangi secukupnya.. kedua bahan ini iris halus....dan 3 bh jeruk lemon... or nipis
kalo suka tambahin udang kecil segar.. *lebih enak*
Kelapa parut segar dari 1 buah kelapa...


Directions:
Pertama rebus jagung yang udah di pipil..... hingga masak..

Di tempat lain, masukan kelapa parut kedalam wadah, kemudian tambahkan bumbu lainnya.. cabe rawit yg telah di gerus halus.. bawang merah, daun bawang, dan kemangi *bila suka tambahkan 1 sdm gula pasir* campur semua bahan hingga rata. Setelah itu tambahkan ikan yg telah disuwir dan udang segar kemudian campur jadi satu.

Angkat rebusan jagung yg telah masak tadi dan tuangkan sedikit demi sedikit air dan jagung rebusnya kedalam campuran kelapa tadi sambil diaduk dan rasa.. . *jangan langsung seabrek2.. soalne biar bisa diukur perbandingan bumbu dgn air jagung nantinya* sambil sesekali diaduk dan cicipi rasanya kalo suka rasa pedes.. asem.. asin... tinggal ditambah2in lagi... otreh... dan hidangkan panas2....


2. Kue Sabongi


sabongi adalah kue kha Gorontalo...
rasanya enak...salah satu makanan favorit keluarga..
pas ramadhan kemarin sempat bikin kue sabongi... sebelumnya pernah bikin juga kali ini sabonginya jadi salah satu menu buka puasa.Papanya sempat khwatir nggak kebagian, karena fatimah nampak lahap makannannya. padahal buka puasa masih beberapa jam lagi.

bahannya cuma pisang ( pisang saya pake pisang tanduk karena cuma itu yang ada) sama singkong yang diparut.cara buatnya mudah... pisang yang udah dipotong2 sesuai selera dicover sama singkong yang telah diparut. setelah itu digoreng sampai warnanya kuning kecoklatan. angkat.Hidangkan dengan senyum...

3. Ilabulo a.k.a popeda


Makanan pokok orang Sulawesi Utara selain jagung yaitu sagu...*yang udh pasti beda dengan sagu dari tapioca yaa* Pertama kenal dengan makanan2 ini yaa dari alm. nenek kalo pas lagi isengnya dia kambuh turun ke dapur...biasanya menu sehari-hari kita diselang seling dengan makanan tradisional. So, ada hikmahnya jg sih.. dikenalin makanan ala kampung aslinya ortu.

Special buat Sefa yang nanya kemarin resepnya jadi diselipin disini aja yaa.

Ingredients:
300gr daging hati, ampela, jantung ayam *kalo lebih enak daging ikan segar*
100gr Sagu
1 ruas jahe
bawang putih dan bawang merah
cabe rawit hijau, kalo suka pedas boleh lebihin..
lada dan garam
250lt santan
air kaldu..
Telur rebus *optional kalo suka aja*


Directions:
1. hati dan ampela kalo suka tambah jantung ayam jg boleh, direbus dulu yaa.. * sebelum di olah di cuci bersih dan di beri jeruk nipis dan garam diamkan sebentar... cuci lagi dan siap di masak. Sisihkan air kaldu. Hati,jantung dan ampela semua dipotong2 sesuai selera besarnya

2. bumbu yg dihaluskan bawang putih bawang merah, cabe rawit dan jahe di gerus tambahkan garam dan lada lalu campur dengan hati ayam aduk rata. Tambahkan sagu satu dua sendok makan dan sedikit kaldu dari sisa rebusan hati ayam tadi sampai rata, jerangkan di atas kuali semua bahan dan tambahkan sisa kaldu dan santan aduk rata masak dengan api kecil dan adonan berubah seperti bubur.

3. Setelah itu siapkan daun pisang letakan 1 or 2 sendok adonan tadi kalo suka tambahkan telur rebus dan bungkus. Siapkan dandang kukusan masukan semua didalamnya, masak kira2 20 menit. Hidangkan...

***note kalo gak punya daun pisang bisa jg pake piring pyrex

Jumat, 15 Mei 2009

Dibawah Patung Pak Nani


Pejuang itu tak betopi baja
tak jua berompi anti peluru
tak ada tank dan pasukan pengawal disekitarnya
hanya senapan mungil digenggamnya

Selebihnya hanya dada,keberanian dan kecintaan serta jasadnya
yang dipertaruhkan
Ia berdiri tegak
dalam keyakinannya
sambil menoleh dan menunjuk
buat impian kemerdekaan
Yaitu: Tanah ini haram dijajah

(Gorontalo, Maret 2009)
 

kunjungi juga

Dunia Blogger Indonesian Muslim Blogger
Atas nama TuhanKu Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template