Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Anak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Januari 2010

Menghindari stres ketika anak belajar



Pada dasarnya stress merupakan suatu kondisi yang tidak enak / seimbang akibat adanya suatu rangsangan dari luar dirinya , dimana pada nantinya orang tersebut akan segera berusaha mengatasinya untuk mencapai keadaan seimbang yang membuat nyaman dirinya seperti sediakala. Namun, bila seseorang ini gagal mengatasinya maka orang tersebut akan mengalami suatu penderitaan, yakni penderitaan psikisnya.
Seorang anak yang stres dapat diidentifikasi dengan memperhatikan tingkah lakunya. Reaksi-reaksi psikosomatik, termasuk problem pencernaan, sakit kepala, kelelahan, gangguan tidur, dan mengompol mungkin merupakan tanda-tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

Tanda lainnya seperti sering menangis, senang menyendiri, rewel, tidak mau berangkat ke sekolah atau suatu tempat, membuat kenakalan di sekolah atau di lingkungan tempat bermainnya, penurunan nilai sekolah. Bahkan, penyakit fisik pada anak, misalnya merasa pusing, mual, diare, kelumpuhan akibat depresi, atau penyakit lainnya merupakan dampak dari stres.

Stres pada anak pada umumnya disebabkan berbagai hal, diantaranya:

Makanan
Kurangnya kandungan gizi pada makanan dapat menyebabkan pertumbuhan anak tidak optimal dan suplai gizi yang diperlukan tubuh tidak tercukupi sehingga dapat menimbulan stres. Begitu juga, konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan, karena makanan tersebut memiliki kandungan gula yang berlebih dan minim gizi untuk tubuh.

Kurang tidur
Terlalu banyak bermain atau menonton televisi membuat anak kekurangan jam tidurnya. Untuk anak yang telah bersekolah, banyaknya tugas dari sekolah, kegiatan ekstrakurikuler atau kursus yang berlebihan membuat anak kekurangan waktu dan harus menghabiskan waktu untuk menyelesaikan tugasnya sehingga jam tidur berkurang. Kurang tidur dapat menyebabkan emosi dan pikiran anak menjadi tidak stabil dan rentan mengalami stres.

Lingkungan keluarga
Pertengkaran orang tua atau perceraian dapat menyebabkan ketakutan pada anak. Hal ini wajar, karena seorang anak sangat mendambakan kasih sayang orang di sekelilingnya, terutama orang tuanya untuk membuatnya merasa aman dan terlindung.

Pola asuh orang tua
Secara umum, pola asuh orang tua terdiri dari 3 macam. Pertama, authoritarian di mana orang tua bersikap otoriter, tidak memberi anak kebebasan dan memaksa anak agar memenuhi tuntutan orang tua bahkan menganiaya anaknya. Kedua, permissive yaitu orang tua sangat membebaskan anaknya walaupun seorang anak belum dapat membuat keputusan dengan tepat dan membiarkan kesalahan anak. Ketiga, authoritative yaitu orang tua menentukan dengan jelas konsekuensi dari setiap tindakan yang diambil, mereka tidak mengekang anak secara berlebihan juga tidak membebaskannya, tetapi terus memberi perhatian pada anak dan berusaha membentuk anak yang mandiri. Pola authoritative ini yang paling baik untuk membentu kepribadian anak. Stres dapat terjadi pada anak apabila dia merasa tidak dapat memenuhi tuntutan orang tuanya ataupun karena dia harus mengalami konsekuensi buruk akibat kesalahan keputusan yang diambilnya.

Tekanan dari teman
Dalam pergaulannya, seorang anak tidak ingin berbeda dari anak-anak lain dari kelompoknya. Perbedaan seorang anak, mungkin karena fisik atau sifatnya dapat memancing ejekan dari teman-temannya. Ini pula yang dapat menyebabkan seorang anak merasa stres karena merasa tidak dapat diterima oleh teman-temannya

Dunia anak pada dasarnya adalah dunia bermain, dunia kecerian dan dunia kebahagiaan. Namun terkadang banyak orang tua sering melupakan hal ini. Anak-anak terlalu dibebani dengan mimpi-mimpi yang luar biasa menyibukan mereka dan menuntut mereka belajar dan belajar. Sehingga waktu mereka untuk bermain hilang ditelan ambisi orang tua. Anak juga membutuhkan suasana dimana mereka bisa bermain sesuka hatinya sebagai refresh terhadap aktivitas belajar. Jika tidak diantisipasi sejak dini anak bias menjadi stress dan bahkan phobia dengan sekolah. Sikap otoriter orang tua pun bias menjadi penyebab munculnya stress ketika belajar pada anak.

Untuk itulah orang tua mestinya memperhatikan cara penanganan stres belajar pada anak dengan baik, sehingga school phobia bisa dihindari, Adapun yang bisa dilakukan orang tua adalah sebagai berikut:

1. Menjadi pendengar yang baik semua cerita-cerita anak di sekolah
2. Yakinkan anak bahwa kebutuhan belajar adalah kebutuhan pribadinya
3. Menage waktu anak sebaik mungkin dari bangun tidur hingga kembali tidur
4. Fasilitasi gaya belajarnya (kinestetik, audio, visual)
5. Berikanlah penghargaan terhadap segala prestasinya disekolah
6. Sekali-kali ajak anak bepartisipasi membuat aturan-aturan dalam rumah kita sehingga tidak ada kesan otoriter
7. Kurangi menggunkan perkataan negatif (jangan,awas kalau...dsb) gantilah dengan kata2 motivasi
8. Doakan anak2 kita dalam sujud-sujud panjang kita setiap harinya

Wallahu alam



Melejitkan kemampuan membaca anak


Menumbuhkan kebiasaan Anak hobi membaca atau mencintai buku pada anak usia dini, bukanlah proses yang mudah, yaaa...kita nggak bisa memaksakan anak, harus bisa baca, tapi yang terpenting adalah Bagaimana Anak kita Mencintai buku, itu yang sulit....

Namun banyak kalangan sepakat, membaca merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai anak-anak sejak dini, sebab rendahnya kemampuan membaca anak-anak bakal berdampak pada kekurang mampuan mereka dalam menguasai ilmu pengetahuan dan matematika.

Pada titik ini muncul pertanyaan apakah teknis membaca atau menumbuhkan minat anak terhadap bacaan yang sebaiknya didahulukan, Jadi mengingat bukunya Glenn Doman dalam bukunya " Mengajarkan bayi anda Membaca " Menyebutkan anak usia 18 bulan hingga empat tahun memiliki rasa ingin tahu yang amat besar, Keingin tahuan tersebut tidak hanya muncul ketika melihat simbol yang tertera dalam buku.

Pengenalan terhadap kesenangan dan mencintai buku ini bisa dilakukan Orangtua mulai dari lingkungan keluarga, dan dibawah ini tips agar anak mencintai buku :

1. Beri tauladan membaca setiap hari.
2. Ajak anak-anak berinteraksi dengan buku.
3. Sediakan buku favorit di tempat-tempat yang mudah dijangkau
4. Luangkan waktu untuk mendengar dan membimbing anak membaca.
5. Ajak anak-anak ke toko buku atau perpustakaan.
6. Ciptakan suasana nyaman, tenang, sekaligus menyenangkan.
7. Jangan batasi bahan bacaan tapi beri arahan mereka menyukai buku berkualitas.
8. Lakukan diskusi kecil tentang ini buku yang tela mereka baca.
9. Buat permainan yang bisa memperbesar minat baca mereka.

Nah, yang terpenting...kita nggak bisa memaksakan anak harus bisa baca sejak usia dini, tapii, yang sulit itu Anak SUKA BUKU....bukan dipaksa harus bisa baca, karena anak kalo udah suka dan mencintai buku....Insya Allah anak ada rasa ingin tahu membacanya, dan timbul keinginan untuk belajar baca....yaa smoga bermanfaat..!!!

Rabu, 27 Januari 2010

Maianan baru anak (baca;INTERNET)



Perkembangan zaman menutut segala hal. Segala informasi dari segala penjuru dunia dapat diakses dengan mudah. bahkan masuk hingga kedalam rumah kita dengan sesaat.Seiring dengan kemajuan teknologi, penggunaan Internet semakin luas di kalangan masyarakat. Banyak keluarga telah menggunakan jasa langganan Internet, sehingga di dalam rumah, anggota keluarga dapat mengakses Internet dengan mudah. Begitu juga dengan kehadiran telepon seluler yang memungkinkan seseorang dapat mengakses Internet kapan saja dan dari mana saja. Internet dapat memberikan manfaat positif, tetapi juga dapat berdampak negatif. Seorang anak yang menggunakan Internet sering kali menjadi sasaran empuk dari orang-orang yang berniat jahat maupun pornografi. Apa yang dapat dilakukan orang-tua untuk melindungi anak mereka?

Bila digunakan dengan baik, teknologi Internet tentu berdampak positif. Seseorang dapat dengan mudah mencari informasi yang ingin diketahui. Dengan hanya mengetikkan kata pada mesin pencari (search engine), ada banyak situs web yang dirujuk tentang informasi tersebut. Adanya e-mail memungkinkan seseorang dapat mengirim sebuah surat untuk orang lain dengan cepat dan mudah. Ruang obrol (chatting room) memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi dengan banyak orang yang saling berjauhan sekaligus. Atau yang sedang marak, hadirnya situs jaringan sosial seperti Facebook atau Friendster yang memungkinkan seseorang untuk menemukan teman lama yang sudah lama tidak dijumpai.

Namun, hal positif dari Internet ternyata dapat berakibat buruk bila digunakan secara tidak bertanggung jawab. Banyak anak yang ketagihan atau kecanduan Internet sehingga mereka betah berlama-lama di depan komputer sehingga lupa akan kewajiban mereka yang lebih penting untuk makan, mandi bahkan enggan untuk belajar. Salah satu penyebab seorang anak begitu menyukai Internet karena mereka mendapatkan suatu pengalaman baru dan mereka bisa mendapatkan kenyamanan. Atau mereka mendapat sesuatu dari dunia maya ini yang tidak bisa didapatkan di dunia nyata. Di dunia maya dia bisa menjadi orang lain yang diinginkan. Misalnya, seorang anak yang pemalu dapat dengan mudah berkenalan melalui chating atau e-mail. Dalam game online, mereka dapat membuat karakter mereka menjadi karakter yang cantik, kaya, atau hal lain yang mungkin berbeda dengan kehidupan nyata mereka.

Bahaya Pornografi Internet

Yang lebih memprihatinkan adalah bila seorang anak ketagihan pornografi di Internet. Dalam seminggu ada lebih dari 4000 situs porno dibuat! Benar-benar angka yang memprihatinkan. Ini tidak hanya melanda anak-anak, kerena banyak orang dewasa yang juga ketagihan pornografi di Internet karena dengan mudah dan tanpa malu, seseorang dapat mengakses dan melihat gambar-gambar porno bahkan melalui telepon genggam.

Awalnya, mungkin seorang anak tidak berniat untuk melihat pornografi dan akan memanfaatkan Internet untuk tujuan yang baik. Tetapi, situs porno ini dapat muncul secara tiba-tiba saat seorang anak mencari bahan informasi untuk tugas sekolahnya atau untuk keperluan lainnya. Seorang anak yang masih lugu belum dapat menilai baik atau buruknya suatu hal, maka seorang anak usia 8-12 tahun sering menjadi sasaran.

Pada usia ini, otak depan seorang anak belum berkembang dengan baik. Sedangkan otak depan adalah pusat untuk melakukan penilaian, perencanaan dan menjadi eksekutif yang akan memerintahkan tubuh untuk melakukan sesuatu. Pada otak belakang merupakan pendukung dari otak depan. Di sini juga dihasilkan dopamin, yaitu hormon yang menghasilkan perasaan nyaman, rileks atau fly pada seseorang.

Seorang anak yang kecanduan akan sulit menghentikan kebiasaannya sehingga dia akan melakukan hal tersebut berulang kali. Anak dapat merasa bersalah tetapi tidak berani mengutarakan perasaannya kepada orang-tuanya karena takut atau kesibukan ayah dan ibunya. Dalam keadaan cemas, otak berputar 2,5 kali lebih cepat dari putaran biasa pada saat normal. Akibat perputaran yang terlalu cepat ini, otak seorang anak dapat menciut secara fisik sehingga otak tidak berkembang dengan baik. Suatu keadaan yang dapat merusak masa depan seorang anak. Selain itu, gambar-gambar cabul yang ada di situs web porno, biasanya akan melekat dan sulit untuk dihilangkan dalam pikiran anak dalam jangka waktu yang cukup lama.

Bahaya Pemangsa Seksual

Internet juga sering dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengelabui anak-anak. Ada sebanyak 750.000 pemangsa atau predator seksual setiap hari yang memanfaatkan ruang rumpi (chatting room) untuk berkenalan, kemudian mengajaknya untuk melakukan hubungan seks. Bila tidak berhati-hati, pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dapat mencuri identitas pribadi yang dapat digunakan untuk melakukan kejahatan.

Ciri Kecanduan Internet

Ciri-ciri seorang anak yang sudah kecanduan Internet umumnya adalah akan marah bila Anda membatasi untuk menggunakan Internet. Dia juga cenderung enggan berkomunikasi dengan orang lain dan bersifat tertutup atau hanya mau berteman dengan orang tertentu saja.

Sumber:
(http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/10/14/lindungi-anak-dari-bahaya-internet/#more-248)

Kamis, 21 Januari 2010

I am The Winner (motifasi menghadapi ujian atau UAN)




Seorang pecundang akan berkata “Ini mungkin, tapi sulit” sedangkan seorang pemenang akan berkata “Ini sulit, tapi mungkin”

Sekarang kita tinggal memilih, kita akan menjadi siapa? Seorang pecundang atau seorang pemenang? Seorang pecundang yang hanya dengan melihat saja sudah menyerah, pasang kuda – kuda dan dalam hitungan ketiga lari menjauh. Seorang pecundang yang patah semangat, hilang kepercayaan diri, takut, dan percaya bahwa apa yang dilakukan akan percuma saja bahkan gatot (gagal total). Ataukah seorang pemenang, seorang pemenang yang percaya bahwa dia akan berhasil, dengan semangat, usaha, kerja keras, dan do’a dia percaya mampu menaklukkan dunia. Selanjutnya? Terserah anda!



Penulis yakin bahwa semua akan memilih menjadi seorang pemenang, karena memilih menjadi pemenang atau pecundang tidak sulit, sangat mudah hanya dengan memilih. Namun dalam pelaksanaan sulit untuk diterapkan.

Hidup adalah sumber masalah, pertempuran atau bahakan medan perang yang tidak akan pernah berhenti. Sejak kita lahir hingga membaca tulisan ini, semuanya pertempuran. Pertempuran melawan ketidakmampuan, ketidakberdayaan, dan juga pertempuran melawan ketidak maha tahuan kita.

Kita tercipta menjadi seorang pemenang sayangnya kita sendiri menjadikan diri kita seorang pecundang. Bagaimana tidak waktu kita kecil kita tidak mampu berbuat apa – apa, yang bisa kita lakukan hanya menangis. Lihatlah diri kita sekarang, kita bisa berjalan bahkan berlari, kita bisa makan bahkan membuat makanan, kita bisa berbicara bahkan bernyanyi. Coba banyangkan apa yang akan terjadi apabila sejak kita terlahir kita menjadi seorang pecundang yang takut belajar berjalan karena takut jatuh, yang takut makan sendiri karena takut belepotan dan ketakutan – ketakutan yang lain. Mungkin manusia akan punah karena tak mampu berbuat apa – apa.

Apabila kita tercipta menjadi seorang pemenang, mengapa kita rubah diri kita menjadi seorang pecundang. Pecundang yang mencari kambing hitam atas kesalahannya, pecundang yang bila diberi penghalang akan berbalik arah, pecundang yang selalu mencari jalan pintas atas semua kesulitan, pecundang yang ingin sukses tanpa kerja keras dan pecundang yang selalu menunggu keajaiban turun dari langit.

Salah satu rintangan akan kita hadapi [UAS, UAN, Ujian semester], satu rintangan yang sangat mudah dibandingkan rintangan – rintangan yang akan kita hadapi dihari yang akan datang. Inilah saatnya kita menentukan menjadi siapakah kita? Seorang pecundang atau menjadi seorang pemenang? Pemenang yang dengan sepenuh hati percaya bahwa dia akan menang, pemenang yang sadar bahwa keajaiban tidak datang dengan sendirinya melainkan dengan usaha dan kerja keras, pemenang yang tidak akan berbalik arah hanya karena ada penghalang didepannya, pemenang yang tidak akan bingung tuk mencari jalan pintas karena dia tahu dia berada di jalan yang benar, pemenang yang selalu menambah bekalnya untuk menemani perjalanannya, dan pemenang yang tidak akan membohongi diri sendiri dan orang lain tuk berbuat curang.

Jika kita memilih menjadi pemenang, masih ada waktu tuk menyiapkan semua bekal, masih ada waktu tuk menyingkirkan semua rintangan, masih ada waktu tuk mengubah pikiran kita terutama tentang apa yang kita pikirkan tentang diri kita.

Kamis, 24 Desember 2009

Optimalisasi Fungsi Bimbingan Konseling Sekolah


Belakangan ini marak terjadi kasus-kasus kenakalan remaja, mulai dari perkelahian geng dan sekolah, perilaku mesum dan kemaksiatan, penggunaan Narkoba dan Alkohol, serta seks bebas di kalangan pelajar. Kasus-kasus yang tidak tampak pun kiranya semakin muncul di atas riak-riak air sistem pendidikan di negeri kita, dimana siswa yang tidak memenuhi standar nilai yang ditetapkan oleh DEPDIKNAS semakin banyak dan sulit untuk membendungnya.

Sampai dengan akhir September 2003 kasus AIDS yang dilaporkan pada kelompok umur 0 – 29 tahun sebesar 49,8 % dari keseluruhan kasus AIDS yang dilaporkan. Prosentase ini mungkin akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya penggunaan napza suntik yang mayoritas dilaporkan pada kelompok berumur kurang dari 25 tahun. Oleh karena itu kita menyadari bahwa remaja sangat rentan tertular HIV/AIDS antara lain karena kelompok remaja tersebut sudah mulai aktif secara seksual, penyalahgunaan napza suntik, kekerasan seks dan rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi termasuk HIV/AIDS (IFPPD, 2008).

Kasus-kasus yang terdata tersebut tentunya tidak sebanyak kasus-kasus yang belum terungkap atau masih terselip dalam dinding-dinding sekolah. Ibarat gunung es, bagian gunung yang terdapat di bawah air justru lebih besar dibanding yang terlihat di atas air.

Rasa iba, kasihan, dan prihatin tentunya tidak cukup untuk menyelesaikan masalah ini. Mengingat betapa semakin besar tantangan yang akan dihadapi oleh bangsa ini di tahun-tahun mendatang, hal ini harus dituntaskan segera.
Pertama, Kita harus sepakat bahwa anak adalah bahan baku mentah yang siap diolah dan dibuat sedemikian rupa untuk penyiapan iron stock (meminjam istilah mahasiswa) di masyarakat, yang memiliki tugas untuk melanjutkan kerja-kerja peradaban bangsa ini ke depan. Oleh karenanya, anak yang lahir di atas dunia ini memiliki potensinya masing-masing yang siap dikelola dan diproses oleh institusi pendidikan. Potensi-potensi yang dimiliki oleh anak yaitu, kognitif, afektif, dan konatif. Kognitif adalah ranah kognisi atau pikiran yang di dalamnya berfungsi untuk mengolah hal-hal yang diperolehnya dari lingkungan apakah sesuai dengan logika atau tidak. Afektif adalah ranah perasaan yang di dalamnya terdapat emosi-emosi – berupa cinta, marah, takut, dan sebagainya – yang berfungsi sebagai alat penangkap dan penyebaran bahasa-bahasa non verbal dalam komunikasi intrapersonal maupun interpersonal, dan sebagai media untuk menentukan sikap terhadap suatu keadaan. Konatif adalah aspek perilaku yang ada pada diri anak. Tidak ada anak yang bodoh, inilah yang dikemukakan oleh pakar Multiple Intelligence Howard Gardner dalam bukunya. Karena potensi yang dimiliki anak adalah anugerah yang diberikan oleh Allah SWT untuk dikembangkan.
Kedua, kita juga harus sepakat bahwa keluarga merupakan institusi pendidikan pertama bagi anak.

Dimana pengajaran nilai-nilai, norma-norma, aturan, dan agama menjadi tugas bagi keluarga untuk mengembangkannya di dalam diri anak. Jangan pernah berharap bahwa anak adalah robot yang telah memiliki sejumlah program yang telah dibawanya dari lahir, akan tetapi anak ibarat kertas putih yang siap diisi dengan tulisan, warna maupun corak-corak yang bisa menjadi bekal baginya di masyarakat.
“Tiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah-Islami). Ayah dan ibunya lah kelak yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi (penyembah api dan berhala)”. (HR. Bukhari)

Ada fenomena lucu yang terjadi di masyarakat kita, betapa beberapa kalangan orang tua kita melepaskan tugas dan tanggung jawabnya terhadap anak – hanya dengan alasan pekerjaan – kepada Babysitter dan playgroup. Padahal Lorentz menyatakan dalam teori ikatan (bonding theory) yaitu anak akan mengikuti pola yang diajarkan oleh orang yang mendidik dan membesarkannya. Jangan heran kalau anak-anak kita lebih dekat dengan pembantu atau babysitter kita, karena memang dari awal kita sudah menunjukkan betapa jauhnya jarak kita dengan anak. Sehingga kita harus menyadari bahwa anak adalah amanah yang diberikan oleh Allah kepada kita untuk kita didik dan kita besarkan dengan penuh kebaikan. Sebagaimana firman Allah SWT:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (at-Tahrim: 6)
Ketiga, kita mesti sepakat bahwa sekolah adalah produsen atau sebuah pabrik yang akan mengolah bahan mentah (anak) tersebut menjadi sebuah bahan jadi yang bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri dan bagi masyarakatnya. Sekolah merupakan Institusi pendidikan kedua setelah keluarga, dimana nilai-nilai edukasi diajarkan dan dibentuk pada diri anak mulai dari tingkat sekolah dasar sampai tingkat Lanjut. Pendidikan dan pengajaran menjadi fungsi utama dari sekolah. Sayang, banyak sekolah yang hanya menjalankan fungsi yang kedua, yaitu pengajaran. Sehingga beberapa guru merasa senang dan bangga kalau murid-muridnya kurang berhasil dalam mengerjakan soal ujian yang dibuatnya. Fenomena ini akhirnya membentuk persepsi sosial anak bodoh dan anak pintar.

Anak yang pintar dalam persepsi guru adalah anak yang berhasil menjawab persoalan logis-matematis dan bahasa (bahasa asing), padahal potensi-potensi anak yang lain belum tergali, sehingga kesempatan mereka untuk berkembang menjadi terbatas karena gurunya yang membatasinya. Jika anda memiliki persepsi ini, maka anda salah besar. Karena tugas guru adalah memberikan pemahaman edukasi kepada anak sesuai dengan potensinya masing-masing. Cara guru yang terkesan tradisional dalam penyampaian informasi juga terkadang menjadi hambatan bagi siswa untuk belajar. Sistem “catat bahan sampai abis”, ceramah yang monoton tanpa diberikan “bumbu-bumbu” humor atau contoh-contoh yang aktual membuat siswa semakin jenuh dan memberontak untuk tidak belajar di kelas.

Inilah problema yang tidak pernah tuntas dalam sistem pendidikan kita. Tentu tidak adil ketika kita mau membuat suatu standarisasi nilai atas satu makhluk yang memiliki kompleksitas kognisi, afeksi, dan konasi di dalam dirinya!
Karena penjabaran angka-angka matematis yang ada di sistem sekolah pun, alhasil hanya digunakan sekian persen di dalam masyarakat kita. Ditambah lagi dengan label-label yang diberikan kepada siswa sebagai anak malas, anak bodoh, anak nakal dan sebagainya, membuat masalah menjadi rumit.
Oleh karena itulah sekolah harus memiliki pemahaman bahwa merekalah adalah pabrik, dimana di dalamnya akan mencetak anak-anak yang cerdas dan berbobot yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat.

Fungsi Bimbingan Konseling pun menjadi aspek yang penting pula dalam pengembangan sekolah yang holistik. Karena Bimbingan Konseling adalah wadah dimana siswa yang unik (kita ganti istilah anak malas, bodoh, dan nakal menjadi siswa unik) dianggap sama dengan siswa yang berprestasi dalam bidang akademik. Kita bisa melihat betapa di Bimbingan Konseling di negara-negara Eropa dan Amerika memberikan sebuah inovasi yang besar dalam dunia pendidikan. Dimana siswa-siswa yang memiliki masalah diidentifikasikan potensinya, BUKAN MASALAHNYA, sehingga BK bisa memberikan rekomendasi khusus kepada sekolah untuk menjadikan bakat ataupun potensinya sebagai sarana baginya untuk mengubah citra dirinya yang semula negatif menjadi positif.
Fungsi bimbingan konseling yang lain pula adalah memberikan masukan kepada pihak sekolah mengenai rancangan kurikulum sekolah yang humanis dan progresif, sehingga arah kurikulum sekolah mengacu pada hak asasi manusia bukan pada instalisasi software program pada manusia seperti robot. Sehingga bimbingan konseling melakukan evaluasi-evaluasi terhadap pola pendidikan dan pengajaran guru, perkembangan prestasi anak (lewat wali kelas), dan penelitian-penelitian yang bersifat eksperimental untuk pengembangan sekolah menuju ke arah yang baik.

Bimbingan sekolah harus mengoptimalisasi fungsinya sebagai sponsor untuk memberikan pengembangan pada diri anak. Pencarian-pencarian LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), klub-klub akademik, pencinta alam, kesehatan, agama, dan lainnya, serta event-event regional, nasional dan internasional untuk mendukung pengembangan potensi anak.
Fungsi yang lain adalah, bersama-sama dengan sekolah mendesain tempat pembelajaran yang menarik, nyaman dan kondusif untuk berlangsungnya proses belajar mengajar. Sekolah bisa membuat improvisasi di setiap kelas untuk duduk di lantai atau belajar di alam terbuka, sehingga proses transfer informasi pada siswa bisa berlangsung dengan baik.

Keempat, kita harus sepakat bahwa masyarakat merupakan aspek yang cukup signifikan dalam perkembangan peserta didik. Keamanan, keadilan, kenyamanan dan budaya menjadi faktor penting dalam perkembangan peserta didik. Sehingga menjadi tugas pemerintah adalah menjadikan masyarakatnya sebagaimana masyarakat yang madani dan humanis. Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an (surah Shaad: 26):
“Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan”

Akhirnya, dengan memperhatikan 4 aspek tersebut, insya Allah bisa menuntaskan beberapa permasalahan pendidikan kita di Indonesia. Penulis juga merasa bahwa tulisan ini masih memiliki kekurangan, yang disebabkan oleh masih kurangnya pengetahuan penulis tentang masalah ini. Apabila ada kebenaran yang tersampaikan itu semua berasal dari Allah SWT. Semoga ada hikmahnya. disadur dari http://www.psikademik.blogspot.com

Selasa, 01 Desember 2009

Mengenal Gengis Khan


Sekedar cerita dan profile genghis khan

nama asli dari Genghis Khan adalah Temujin.Beliau adalah salah satu tokoh sejarah yang paling gw kagumi.

Profile
Nama : Genghis Khan/temujin
tahun lahir : sekitar tahun 1162 dan 1167

Khan lahir di di daerah pegunungan Burhan Haldun, dekat dengan sungai Onon dan Herlen. Ibu Temujin, Holun, berasal dari suku Olkhunut. Kehidupan mereka berpindah-pindah layaknya seperti penduduk Turki di Asia Tengah. Saat Berumur 9 tahun, Temujin dikirimkan keluar dari sukunya karena ia akan jodohkan kepada Borte, putri dari suku Onggirat. Ayah Temujin, Yesugei meninggal karena diracuni suku Tartar tepat pada saat ia pulang setelah mengantar Temujin ke suku Onggirat.

Sejarah Perjuangan Genghis Khan :

Menyatukan Mongolia

Temujin mempunyai teman baik yang juga merupakan saudara angkatnya, yang bernama Jamukha. Ia pernah berkali-kali ditolong oleh Jamukha, yang merupakan keturunan dari suku Jadaran. Bersama-sama dengan saudara angkatnya, Temujin berhasil merebut kembali hak kekuasaannya atas sukunya dan juga perserikatan Mongolia yang didirikan ayahnya dahulu. Waktu demi waktu, wilayah Temujin menjadi semakin besar, yang dilakukan dengan cara menghancurkan musuh-musuhnya dan menggabungkan suku-suku dalam perserikatan Mongolia. Musuh terbesar Temujin dalam sejarah ternyata adalah saudara angkatnya sendiri, Jamukha, yang sering mengadu-domba Temujin dengan suku-suku lainnya, termasuk ayah angkat Temujin sendiri yang bernama Wang Khan. Setelah Temujin berhasil menyisihkan musuh-musuhnya dan melaksanakan perintah almarhum ayahnya, Yesugei, ia kemudian juga berhasil membalaskan kematian nenek-moyangnya, yang dibunuh oleh kerajaan Jin. Temujin kemudian diangkat menjadi Khan dengan gelar Jenghis Khan; yang artinya "Khan dari Segala-galanya".

Perang Melawan Suku Jin(cin)

Nenek-moyang kerajaan Jin berasal dari suku Jurchen. Suku Jurchen berhasil menguasai wilayah utara China selama lebih dari 100 tahun. Hal ini akan menjadi kesulitan besar untuk Jenghis Khan dalam menunaikan tugasnya. Kerajaan Jin memiliki jumlah pasukan yang hampir mendekati jutaan jiwa (lebih dari 10 kali lipat dari pasukan Jenghis Khan pada waktu itu). Mereka hidup aman dibalik tembok kerajaan yang besar dan susah untuk diserang. Jenghis Khan berhasil meruntuhkan semangat perang dan kekuataan kerajaan Jin dalam berbagai peperangan. Salah satunya adalah perang di Tebing Serigala Liar, dimana Jenghis Khan yang hanya memiliki pasukan tidak lebih dari 100.000 tentara berhasil membabat pasukan musuh yang besarnya lebih dari setengah juta jiwa. Kejayaan Jenghis Khan terbukti dari keberhasilannya dalam merebut ibukota kerajaan Jin, Dadu, yang sekarang ini menjadi Beijing. Para seniman (artis), ahli senjata (terutama ahli senjata berat/siege weapon), dan barang berharga, semuanya dibawa kembali ke Mongolia sebagai budak dan rampasan perang.

Invasi ke Timur Tengah

Sejarah mencatat invasi yang dipimpin oleh Jenghis Khan sendiri dengan ratusan ribu tentara terpilih ke kerajaan Khawarizmi yang pada waktu itu menguasai seluruh wilayah Timur Tengah diawali dengan pedagang Mongolia yang dibunuh dan harta mereka dirampas oleh panglima Khawarizmi yang serakah. Keserakahan itu membawa bencana bagi bangsanya. Jenghis Khan berhasil menawan dan menghukum mati panglima tersebut dengan cara menuangkan logam panas ke matanya. Kerajaan Khawarizmi menderita kerugian yang tidak terhitung. Amarah Jenghis Khan bertambah setelah cucu kesayangannya terbunuh. Populasi rakyat Timur Tengah berkurang hingga 1/10, dan wilayah Mongolia pun bertambah luas sampai kebagian barat benua Asia.


Sejarah pernah mencatat bahwa pada saat Jenghis Khan mundur kembali ke Mongolia, ia sempat memerintahkan dua jendral terbaiknya, Jebe dan Subotai Baatur untuk menyelidiki daerah barat dan membasmi sisa musuh sampai ke wilayah Russia. Jebe dan Subotai pernah menginjak daratan Eropa pada saat itu, dan mengalami konfrontasi dan menghancurkan pasukan Salib yang hendak menyerang wilayah Arab. Sumber konfrontasi itu diperkirakan terjadi karena pasukan Salib dari Eropa mengira pasukan Mongol adalah pasukan Arab.

Wilayah Timur Tengah kemudian dibagi-bagi dan dikuasai oleh putra-putra Jenghis Khan.

Saat-saat kematian Genghis Khan

Jenghis Khan yang sudah berumur tua dipaksa untuk memimpin pasukan untuk menghancurkan kerajaan Abbasiyah untuk kesekian kalinya, namun ketidak-cakapan para pasukan dan seringnya melakukan mabuk-mabukan memperlemah pasukan militernya. Ia meninggal dalam perjalanan dan dirahasiakan oleh panglima-panglima setianya sampai musuh berhasil ditaklukan. Kuburan Jenghis Khan dirahasiakan agar tidak dirusak oleh orang lain. Kekuasaan Mongol diwariskan kepada putra ketiganya, Ogodai Khan. Alasan Jenghis Khan menunjuk putra ketiganya untuk meneruskan tahta warisnya, disebabkan oleh keahlian yang dimiliki Ogodai Khan dalam bernegoisasi, memimpin negara dan sifatnya yang tidak sombong (tidak seperti kedua kakaknya yang sering bertempur satu sama lain).



Dulu gw pernah baca 1 artikel cuma pass gw cari itu artikel ga ketemu.Artikel itu isinya ada sebuah mitos yang mengatakan bahwa Genghis Khan memegang sebuah pecahan tombak yang menjadikan dia kebal.tombak tersebut adalah tombak yang menusuk lambung Tuhan Yesus yang bernamakan Longinus Spear.Cuma gw agak2 lupa sih bener ato ga Genghis Khan yang megang itu tombak....(dari berbagai sumber)

Minggu, 26 April 2009

Antara Kartini dan Cut Nyak Dien


Jepara, Jawa Tengah 129 tahun lalu, 21 April 1879. Rumah Bupati Raden Mas Adipati Sastrodininggrat melengking tangisan. R A Kartini dilahirkan. Ia kelak disanjung karena dianggap sebagai pembawa emansipasi wanita.

Lampadang, Aceh Besar 160 tahun lalu (1848), Cut Nyak Dhien dilahirkan. Ia ditakdirkan untuk membawa pesan ketangguhan perempuan di medan perang. Bila Kartini dengan tangan gemulai merangkai kata untuk perubahan, Cut Nyak Dhien lebih memilih pedang untuk mempertahankan jati diri ke-Aceh-annya.

Gemuainya Kartini dalam “Habis Gelap Terbitlah Terang” membuat hari kelahirannya diperingati sampai sekarang. Tangkasnya Dhien mengayun pedang, menebas Belanda hanya terabadikan dalam sebuah film. Selebihnya hanya pajangan disekolah-sekolah, sebagai petanda kabar bahwa tokoh yang sampai tuanya tak pernah kompromi dengan penjajah Belanda itu masih dianggap sebagai pahlawan.

Tamat sekolah Europese Lagere School (ELS) setingkat sekolah dasar sekarang, Kartini duduk manis dengan kebangsawanannya menunggu pingitan. Sementara Dhien, yang dididik dibalai pengajian, lebih memilih jadi janda tinimbang tunduk pada Belanda.

Tahun 1903, Kartini menikah dengan Bupati Rembang, Raden Adipati Joyoninggrat. Disana Kartini mendirikan Sekolah Kepandaian Putri. Beragam kegiatan pemberdayaan perempuan dilakukan.

29 Juni 1878, Dhien menyandang status janda, setelah Tgk Ibrahim Lamnga, suaminya tewas dalam perang melawan Belanda di Gle Tarum. Dhien maju ke garda depan, menyemangati pasukan megorbankan perlawanan.

Di Rembang, Kartini masih berkutat di bawah teduh mengajari kaum perempuan untuk tak terjebak pada segi tiga lingkaran, sumur, dapur, dan kasur. Di Lamnga, Dhien menarik perempuan dari pelukan suaminya ke medan perang.

Pada usia 25 tahun, 17 September 1904, Kartini meninggal di ranjangnya, setelah berjuang melahirkan putra pertama. Di belantara Aceh, Dhien berjuang dengan penyakit encok dan rabun, setelah suami keduanya, Teuku Umar tewas ditembak Belanda dalam sebuah pertempuran di Meulaboh Aceh Barat.

Belanda menangkapnya setelah pengkhianatan Pang Laot yang tak tega melihat wanita kekar itu renta dengan penyakitnya. 6 November 1908, Dhien tewas di Sumedang, Jawa Barat dan dimakamkan di Gunung Puyuh setelah Belanda membuangnya ke sana.

Di rimba Aceh, gaung semangatnya masih menggema. Dhien pernah berkoar, setelah Mesjid Raya Baiturrahman dibakar Belanda. Ia berteriak di hadapan rakyatnya, “Lihatlah wahai orang Aceh. Tempat ibadah kita dirusak. Mereka telah mencoreng nama Allah. Sampai kapan kita akan begini? Sampai kapan kita akan menjadi budak Belanda.”

Keprihatinan Kartini pada dunia pendidikan dan emansipasi wanita, membuatnya dikenang sebagai tokoh sampai sekarang, dalam berbagai ulasan lembar-lembar buku sejarah.

Perjuangan Dhien dan Kartini pun sama-sama difilmkan. Namun, Tjoet Nja’ Dhien yang disutradarai Eros Djarot (1988) lebih mendapat tempat dengan memenangi piala Cita sebagai film terbaik, serta film Indonesia pertama yang ditayangkan di Festival Film Cannes (1989).

Hanya dalam film Dhien lebih dihargai ketimbang Kartini. Selebihnya nama Dhien hanya tertabal pada sebuah kapal perang TNI AL, mata uang rupiah senilai Rp10 ribu keluaran tahun 1998. Dhien dan Kartini dua sosok yang patut ditimbang-timbang kadar kepahlawanannya.**
 

kunjungi juga

Dunia Blogger Indonesian Muslim Blogger
Atas nama TuhanKu Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template