Tampilkan postingan dengan label Cinta oh cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta oh cinta. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juni 2009

Syair Cinta Rabiah al-Adawiyah

Syair ke-1 s/d ke-9

1
Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cintaMu
Hingga tak ada sesuatupun yang menggangguku dalam jumpaMu
Tuhanku, bintang-gemintang berkelap-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu-pintu istana pun telah rapat tertutup
Tuhanku, demikian malampun berlalu
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku Kau Terima
Hingga aku berhak mereguk bahagia
Ataukah itu Kau Tolak, hingga aku dihimpit duka,
Demi kemahakuasaan-Mua
Inilah yang akan selalu ku lakukan
Selama Kau Beri aku kehidupan
Demi kemanusiaan-Mu,
Andai Kau Usir aku dari pintuMu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku padaMu sepenuh kalbu

2
Ya Allah, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuhMu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat nanti,
Berikanlah kepada sahabat-sahabatMu
Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku

3
Aku mengabdi kepada Tuhan
Bukan karena takut neraka
Bukan pula karena mengharap masuk surga
Tetapi aku mengabdi,
Karena cintaku padaNya
Ya Allah, jika aku menyembahMu
Karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembahMu
Karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembahMu
Demi Engkau semata,
Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu
Yang abadi padaku

4
Ya Allah
Semua jerih payahku
Dan semua hasratku di antara segala
Kesenangan-kesenangan
Di dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau
Dan di akhirat nanti, diantara segala kesenangan
Adalah untuk berjumpa denganMu
Begitu halnya dengan diriku
Seperti yang telah Kau katakana
Kini, perbuatlah seperti yang Engkau Kehendaki

5
Aku mencintaiMu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena diriMu
Cinta karena diriku, adalah keadaan senantiasa mengingatMu
Cinta karena diriMu, adalah keadaanMu mengungkapkan tabir
Hingga Engkau ku lihat
Baik untuk ini maupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku
BagiMu pujian untuk semua itu

6
Buah hatiku, hanya Engkau yang kukasihi
Beri ampunlah pembuat dosa yang datang kehadiratMu
Engkaulah harapanku, kebahagiaan dan kesenanganku
Hatiku telah enggan mencintai selain dari Engkau

7
Hatiku tenteram dan damai jika aku diam sendiri
Ketika Kekasih bersamaku
CintaNya padaku tak pernah terbagi
Dan dengan benda yang fana selalu mengujiku
Kapan dapat kurenungi keindahanNya
Dia akan menjadi mihrabku
Dan rahasiaNya menjadi kiblatku
Bila aku mati karena cinta, sebelum terpuaskan
Akan tersiksa dan lukalah aku di dunia ini
O, penawar jiwaku
Hatiku adalah santapan yang tersaji bagi mauMu
Barulah jiwaku pulih jika telah bersatu dengan Mu
O, sukacita dan nyawaku, semoga kekallah
Jiwaku, Kaulah sumber hidupku
Dan dariMu jua birahiku berasal
Dari semua benda fana di dunia ini
Dariku telah tercerah
Hasratku adalah bersatu denganMu
Melabuhkan rindu

8
Sendiri daku bersama Cintaku
Waktu rahasia yang lebih lembut dari udara petang
Lintas dan penglihatan batin
Melimpahkan karunia atas doaku
Memahkotaiku, hingga enyahlah yang lain, sirna
Antara takjub atas keindahan dan keagunganNya
Dalam semerbak tiada tara
Aku berdiri dalam asyik-masyuk yang bisu
Ku saksikan yang datang dan pergi dalam kalbu
Lihat, dalam wajahNya
Tercampur segenap pesona dan karunia
Seluruh keindahan menyatu
Dalam wajahNya yang sempurna
Lihat Dia, yang akan berkata
“Tiada Tuhan selain Dia, dan Dialah Yang maha Mulia.”

9
Rasa riangku, rinduku, lindunganku,
Teman, penolong dan tujuanku,
Kaulah karibku, dan rindu padaMu
Meneguhkan daku
Apa bukan padaMu aku ini merindu
O, nyawa dan sahabatku
Aku remuk di rongga bumi ini
Telah banyak karunia Kau berikan
Telah banyak..
Namun tak ku butuh pahala
Pemberian ataupun pertolongan
CintaMu semata meliput
Rindu dan bahagiaku
Ia mengalir di mata kalbuku yang dahaga
Adapun di sisiMu aku telah tiada
Kau bikin dada kerontang ini meluas hijau
Kau adalah rasa riangku
Kau tegak dalam diriku
Jika akku telah memenuhiMu
O, rindu hatiku, aku pun bahagia

Sabtu, 30 Mei 2009

Bahasa Cinta


Hawa Sayangku,
Kau adalah satu-satunya gadisku.
Tanpamu, rasanya aku sendirian di dunia ini.
Salam sayang, Adam.

Nuh,
Saya tidak mengeluh, sayang.
Tapi ketika kau mengatakan bahwa kita
akan pergi berlayar untuk ultah pernikahan kita,
saya membayangkan sesuatu yang lain dalam pikiranku.
Istrimu yang setia... meski mabuk laut.

Ykk, Superman,
Saya senang dan bangga jika berjalan (..atau terbang) bersamamu,
tapi ini sudah milenium baru, Sup! Coba ganti tren mode gaya busanamu,
jangan selalu model ketat melulu.
Louis.

Dear Snow White,
Saya ingin kembali mengajakmu untuk bulan madu kita yang kedua,
tapi kali ini tujuh orang kerdilnya jangan dibawa!
Pangeran Tampan.

Kekasihku The Beast,
Kalau kau cinta padaku, tolong..bercukurlah!
Beauty.

My Darling Juliet,
Saya pergi dulu sebentar.
Oh, ya. Tolong buang racun tikus dalam gelas di atas meja makanmu,
takutnya kamu malah meminumnya.
Sayangmu Romeo.

Dear Tarzan,
; Sepuluh kali kamu udah traktir aku,..puding pisang,
eskrim pisang, kolak pisang, pisang bakar, pisang keju, semur pisang,
dendeng pisang, pisang asap, tart pisang, sate pisang.
Jangan tersinggung ya, malam ini aku
yang traktir kamu makan bareng, ya!
Love, Jane.

Pangeran Tampanku,
Aku senang ketika engkau membelikanku
sepasang sepatu kaca yang indah, tapi
belikan juga aku sepatu boots kalau kau
ingin aku pergi ke pasar berbelanja
untuk masakan kita.
Cinderella.

Sayangku Flinstone,
Aku tahu kita hidup di jaman batu, tapi
hadiah coklat valentine dari batu?
Wilma.

My love Delilah,
Aku mencintai kamu, tapi berhentilah
memaksaku untuk membuka rahasia kekuatanku, aku tak akan pernah
memberitahukan kepadamu bahwa rambutkulah yang tak pernah kena
gunting ini yang menjadi rahasia kekuatanku.
Takkan pernah!
Cium sayang, Samson.

Jane, Love,
Me-Tarzan-love-Jane. Tapi-why-Jane
tidak-mau-cari-kutu-Tarzan..
kan-lumayan-buat-sekalian-makan-siang?
Tarzan.

Selasa, 26 Mei 2009

Tuliskan Sajak

“Tuliskan sebuah sajak” pintamu sedikit merengek
Sajak cinta, sajak epik, sajak ya sajak
seperti apa? dongeng lama, cerita kesekian yang akhirnya tak menentu,
roman-roman aneh yang keluar masuk jendela,
atau seongok sampah seperti yang tergeletak di sepanjang jalan siang ini?

tak usah tergesa, apa yang kau kejar
hari-hari masih tumbuh dari telinga kita
sangat lambat

“tuliskan aku sebuah sajak” pintamu
ya, sebuah sajak karena mungkin besok tak lagi bisa menunggu
ya, sebuah sajak katamu,
bagaimana jika tentang waktu?

Senin, 25 Mei 2009

Belajar Menulis Puisi

MENANTI

kadang menghitung hari begitu berdebar
hari hingga hadir saat itu
warna pun serentak berubah merah jambu
tak ada kelabu…

terimakasih…
Engkau telah menghadirkannya
Menghadirkan dia
Menghadirkan ketulusannya
dalam ketulusan yang apa adanya
detik yang bergulir seakan bom waktu yang mengejar langkahku
hatiku bergeming dan berbisik
belum pernah ada yang menganggapku istimewa seperti ini

karena demi Tuhan!Aku ini biasa saja…
sungguh ini sudah lebih dari cukup…


BELAJAR PUISI
malam ini aku belajar mengarang sebuah puisi,
Yang serpihan jiwamu yang putih jiwamu di lautan rasa tak bermuara
Kupingin tulis dirimu menjadi butiran sepi puisiku tapi,
Dirimu tanpa sepi yang puisi.
Aku lelah.

malam ini kubuat puisi,
Membingkai wajahmu yang terang cahaya namamu
Inginku menangkap sepimu jadi puisi
Dirimu puisi tak pernah sepi
Aku pasrah

malam ini kukarang puisi
Merangkai hatimu dengan rona cintaku
Berharap tengokmu pada puisi sepiku
Hatimu sepi untuk puisiku
Aku kalah.

Malam ini kujadi puisi,
Yang jiwanya jiwamu yang jantung detakmu di getaran hati tak berperi
Kuingin jadi puisimu
Dirimu mati tanpa detak puisi
Akulah aku.


RINDU

ia hadir dalam alir nadiku nadimu
saripati kehidupan

ia hadir dalam mimpiku mimpimu
guratan keinginan

ia hadir dalam nafas kita yang menyatu
di suatu waktu
ia adalah masa depanku..

RINDU 2
dengan jejemari kita diusung bebatu
membangun bangunan
yang kita impikan

dengan jejemari kita dipulas warna
menghias dinding
yang kita angankan

dengan jejemari kita dirangkum cinta
mengisi semesta
yang kita rindukan

Minggu, 16 November 2008

Makhluk Itu Bernama “WANITA”


(Kado Spesial Buat Ata-ku Tersayang yang Sebentar Lagi jadi Milik Orang. Lahirkanlah Mujahid-mujahidah yang siap Berjuang menegakkan Kalimat-Nya, Barakallahu Fik….)

“Woman was made from the rib of man, She was not created from his head to top him, Not from his feet to be stepped upon, She was made from his side to be close to him, From beneath his arm to be protected by him, Near his heart to be loved by him”
Dalam Talmud Hibrani, dimana ajaran2 para Rabbi tercakup didalamnya, ditulis :

Pastikan anda untuk tidak sekali2 membuat seorang wanita menangis, karena Tuhan menghitung butir2 airmatanya

Seorang wanita diciptakan dari rusuk sang Lelaki,
bukan dari kakinya untuk menginjaknya,
tidak dari kepalanya untuk menguasainya,
tetapi dari sisinya, agar keduanya menjadi setara ....

........dalam dekapan, untuk melindunginya,
........di sela relung hati, untuk mencintainya.

Wanita, Makhluk Allah yang Paling Istimewa
Wanita itu mutiara. Orang perlu menyelam jauh ke dasarnya untuk mendapatkan kecantikan sesungguhnya. Karenanya, melihat dengan tanpa membuka tabir hatinya niscaya hanya semu sesaat yang seringkali mampu mengelabui mata

Wanita itu separuh dari jiwa yang hilang. Maka orang harus mencarinya dengan seksama, memilihnya dengan teliti, melihat dengan hati-hati sebelum menjadikannya pasangan jiwa. Karena jika salah, ia tidak akan menjadi sepasang jiwa yang bisa menghasilkan bunga-bunga cinta, melainkan noktah merah menyemai pertikaian

Wanita itu ibarat bunga, yang jika kasar dalam memperlakukannya akan merusak keindahannya, menodai kesempurnaannya sehingga menjadikannya layu tak berseri. Ia ibarat selembar sutra yang mudah robek oleh terpaan badai, terombang-ambing oleh hempasan angin dan basah kuyup meski oleh setitik air. Oleh karenanya, jangan biarkan hatinya robek terluka karena ucapan yang menyakitkan karena hatinya begitu lembut, jangan pula membiarkannya sendirian menantang hidup karena sesungguhnya ia hadir dari kesendirian dengan menawarkan setangkup ketenangan dan ketentraman

Dilihat dari hitungan banyaknya, jumlah wanita mencapai separuh dari jumlah masyarakat dunia. Namun, dilihat dari pengaruhnya terhadap suami, anak-anak, dan lingkungan jumlah tersebut lebih dari separuh jumlah masyarakat dunia. Makanya tidak heran apabila Seorang pujangga berkata:

Seorang ibu ibarat sekolah ...
apabila kamu siapkan dengan baik...
berarti kamu menyiapkan satu bangsa yang harum namanya

Begitu juga, orang-orang bijak banyak yang mengaitkan keberhasilan para tokoh dan pemimpin dengan peran dan bantuan kaum wanita lewat ungkapan: "Di balik keberhasilan setiap pembesar ada wanita!"

Islam dan Wanita
Empat belas abad yang lalu, Islam telah meletakkan hukum yang jelas dan sahih. Wanita diletakkan sebagai kaum yang mulia dan dihormati. Setinggi apapun kemuliaan seorang lelaki, pasti ada kemuliaan yang serupa untuk kaum wanita

Wanita diciptakan dari tulang rusuk yang pada hakikatnya merupakan perlambang sifat keras hati yang dimiliki sebagai sifat dasar seorang wanita. Karena wanita dijadikan sebagai kaum yang lemah dari aspek fisik, mereka hanya mampu menggunakan kekuatan spiritual ini untuk mengimbangi kekuatan lahiriah kaum hawa. Anugerah dasar ini melengkapi apa yang tidak mereka miliki.

Tulang rusuk yang awalnya bengkok merupakan gambaran sifat fisik dan mental yang cukup istimewa meskipun pada dasarnya, ia merupakan sifat dasar yang tidak seimbang. Meluruskannya menjadi tanggung jawab yang cukup berat untuk dipikul kaum lelaki. Lantaran keupayaan kaum lelaki sebagai khalifah di bumi Allah, maka kaum lelaki juga diberikan tanggungjawab sebagai pembimbing kepada kaum hawa ini.

Wanita dilihat dari kaca mata Islam adalah sosok sempurnanya penciptaan manusia. Dia dicipta untuk melahirkan, menyabung nyawa demi memelihara anak. Islam menobatkan kaum wanita pada kedudukan yang tinggi tanpa sedikitpun penghinaan, meletakkannya sebagai bidadari syurga atas segala keistimewaan miliknya selama ia pelihara.
Oleh karena itu, bagi kaum wanita, bersyukurlah karena anda dilahirkan sebagai kaum yang cukup istimewa. Mampu menghadapi saratnya tanggungjawab meskipun dikategorikan sebagai kaum yang lemah. Anda memiliki "kekuatan" yang tak tertandingi oleh kaum lelaki yang seharusnya anda hormati. Namun kelebihan ini bukanlah alasan untuk bertepuk dada.

Setinggi apapun derajat kaum hawa diangkat, sehebat apapun seorang wanita sebagai seorang individu, dan sebesar apapun kesuksesan yang diraihnya, tetap memerlukan lelaki sebagai pelindungnya. Dan Maha Besar, Maha Suci Allah yang menciptakan lelaki dan wanita, perpaduan kekuatan dan kelemahan yang saling memerlukan, saling melengkapi dalam kehidupan.
 

kunjungi juga

Dunia Blogger Indonesian Muslim Blogger
Atas nama TuhanKu Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template